Omoway, Motor Listrik Pintar Pertama RI yang Lakukan Uji Terowongan Angin

2026-02-03 02:09:57
Omoway, Motor Listrik Pintar Pertama RI yang Lakukan Uji Terowongan Angin
Omoway menjadi yang pertama di Indonesia yang memasukkan uji terowongan angin (wind tunnel testing) ke dalam proses penelitian dan pengembangan, sekaligus menetapkan standar baru untuk motor listrik pintar.Pengujian terowongan angin, yang selama ini umum digunakan di industri otomotif, jarang dilakukan pada kendaraan roda dua listrik karena memerlukan fasilitas mahal dan teknologi tinggi. Melalui uji angin ini, motor diuji dalam kondisi panas, lembap, angin kencang, dan berbagai simulasi cuaca ekstrem yang menyerupai lingkungan nyata di Indonesia. Hasilnya signifikan, efisiensi energi meningkat hingga 12%, kenyamanan berkendarabertambah, dan tekanan angin terasa 23% lebih ringan, membuat motor jauh lebih stabil dalam kondisi cuaca buruk. Namun, eksterior yang telah disempurnakan tetap terlihat stylish dan futuristis seperti sebelumnya-bahkan mungkin lebih baik lagi."Ini (wind tunnel test) butuh persyaratan teknologi dan peralatan yang tinggi, dan harganya luar biasa mahal. Hanya untuk satu kali tes, kami menghabiskan lebih dari Rp 2 miliar." ujar General Manager Omoway Indonesia, Yulong kepada detikcom beberapa waktu lalu.Selain uji terowongan angin, Omoway mencatatkan standar pengujian yang jarang dilakukan merek motor listrik lain. Setiap komponen diuji 50% lebih jauh dari standar industri, baik dari sisi waktu maupun jarak. Suspensi depan, misalnya, melalui lebih dari 30 kali pengujian daya tahan maksimal. Lebih dari 50 unit Omoway diuji setiap hari di jalanan ekstrem - dari lereng gunung berapi hingga rute pegunungan di Bali - untuk memastikan performa, ketahanan, dan keselamatan selalu optimal dalam berbagai kondisi."Filosofi Omoway simpel banget - semua soal orang. Kita percaya kalau motor pintar dan listrik itu masa depan roda dua," ungkap Yulong.Berbekal pengalaman puluhan tahun di industri otomotif dan kendaraan pintar, Omoway membawa standar auto-grade ke motor listrik. Mulai dari komponen berkualitas tinggi, fitur keselamatan layaknya mobil, hingga proses validasi yang jauh melampaui stand disemua kalangan industri.Untuk kenyamanan berkendara harian, Omoway merancang chassis depan double-wishbone dan chassis linkage di belakang yang telah dipatenkan. Struktur ini disesuaikan dengan karakter jalanan Indonesia, suspensi lebih responsif, motor lebih stabil, dan saat melakukan pengereman mendadak, badan pengendara tidak terdorong ke depan. Tak hanya itu, motor ini juga tahan air dan memiliki kemampuan menanjak yang kuat.Pengendara di Indonesia rata-rata menghabiskan minimal satu jam di motor setiap hari. Maka dari itu, Omoway hadirkan fitur kenyamanan yang benar-benar terasa, seperti menyesuaikan ketinggian jok dan teknologi self-balancing aktif di kecepatan rendah untuk kenyamanan saat macet, bermanuver, maupun saat berhenti. Omoway bukan sekadar 'motor listrik dengan baterai',tetapi jugasistem perangkat pintar yang dapat terus diperbarui, seperti OTA update, kunci digital, sistem persepsi 360°, anti-maling berbasis cloud, dan bantuan berkendara.Untuk performa jarak jauh, motor ini mampu menempuh lebih dari 150 km dalam penggunaan harian. Bagi pengguna yang ingin berkendara lebih jauh, tersedia stasiun pengisian daya di toko serta opsi charger pihak ketiga melalui aplikasi, membuat pengisian daya lebih fleksibel.Melihat lima tahun ke depan, Yulong mengatakan mobilitas cerdas akan semakin mengandalkan AI untuk keselamatan, software yang adaptif, serta konektivitas penuh antara kendaraan, pengendara, dan lingkungan."Kami ingin membangun masa depan berkendara yang lebih aman dan lebih cerdas untuk Asia Tenggara. Smart for Life," tutupnya.Dengan kombinasi desain futuristik, komponen berstandar otomotif, dan filosofi pengembangan yang berpusat pada manusia, Omoway siap menjadi pilihan utama motor listrik di Indonesia dan Asia Tenggara.[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-03 02:16