Ada Demo Buruh di DPR Hari ini, 1.464 Personel Polisi Disiagakan

2026-01-12 07:46:57
Ada Demo Buruh di DPR Hari ini, 1.464 Personel Polisi Disiagakan
JAKARTA, - Kelompok serikat buruh Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) akan menggelar demo di sekitaran Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari ini, Kamis .Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki mengatakan, ribuan personel kepolisian diterjunkan untuk pengamanan demo buruh hari ini."Aksi unjuk rasa dari pengurus pusat Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) di DPR/MPR RI," ujar Ruslan dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis.Baca juga: Buruh Bakal Demo di DPR Besok, Ini Tuntutannya"Pelayanan pengaman unjuk rasa di DPR ada 1.464 personil," lanjutnya.Selain demo buruh di Gedung DPR, dua demo lainnya juga akan digelar di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis ini.Kedua demo tersebut digelar oleh pengurus pusat BEM Nusantara 2025/2026 dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir, serta  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Raya di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Thamrin.Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum KASBI, Unang Sunarno mengatakan pihaknya akan menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis pagi."Benar, jadi besok kami akan aksi jam 10 pagi, titik kumpulnya di bawah Flyover Taman Ria, titik aksinya di depan Gedung DPR," ujar Sunarno saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu .Baca juga: Selamat Tinggal Halte Tanjung Duren yang SempitDemo buruh ini akan membawa dua tuntutan utama, yakni mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang melibatkan serikat buruh dan menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 minimal 15 persen.Aksi ini hanya akan diikuti oleh massa KASBI tanpa bergabung dengan aliansi buruh lainnya."KASBI aja. Massanya dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perwakilan dari Lampung dan Sumatera Selatan juga. Kurang lebih estimasi lima ribu orang," kata dia.Sunarno mengatakan, pemilihan Gedung DPR sebagai lokasi aksi didasari oleh adanya desakan mengenai putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168 terkait Undang-Undang Cipta Kerja."Jadi kami mendesak agar segera dilakukannya RUU Ketenagakerjaan agar melibatkan elemen-elemen serikat buruh," jelas dia.


(prf/ega)