BMKG Deteksi Dua Bibit Siklon Tropis Dekat Indonesia: Waspada Cuaca Ekstrem

2026-02-05 00:25:55
BMKG Deteksi Dua Bibit Siklon Tropis Dekat Indonesia: Waspada Cuaca Ekstrem
BMKG mendeteksi adanya dua Bibit Siklon Tropis yakni 97S dan 98S yang terpantau aktif di dekat wilayah Indonesia. Fenomena atmosfer tersebut berpotensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai masyarakat di sejumlah daerah."Meskipun kedua bibit siklon ini memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 72 jam ke depan, dampaknya (baik langsung maupun tidak langsung) tetap signifikan memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia," tulis BMKG dalam keterangannya, dilansir Sabtu .Dalam siaran pers BMKG, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 97S terpantau oleh Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. Pusatnya berada di sekitar 11.8°LS dan 120.8°BT dengan kecepatan angin maksimum 25 knot atau sekitar 46 km per jam dan tekanan minimum 1009 hPa.Selain itu, BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 98S yang muncul di Samudra Hindia barat daya Bengkulu sejak 15 November 2025 pukul 01.00 WIB. Pusat sistem ini berada pada 8.2°LS dan 101.4°BT, dengan kecepatan angin maksimum 20 knot atau 37 km per jam serta tekanan minimum 1007 hPa.Sama seperti 97S, bibit 98S turut memberi dampak tidak langsung bagi cuaca di Indonesia. BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat di Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Angin kencang juga mungkin terjadi di wilayah tersebut, terutama di bagian selatan.Untuk kondisi laut, gelombang 1,25-2,5 meter dapat terjadi di Samudra Hindia barat Aceh hingga Bengkulu, perairan barat Aceh hingga Lampung, serta Selat Sunda bagian selatan. Sementara itu, gelombang lebih tinggi, yakni 2,5-4 meter, berpotensi muncul di Samudra Hindia barat Lampung dan Samudra Hindia selatan Jawa Barat.Dampak dari Bibit Siklon Tropis 97S adalah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah NTT. Sementara potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Jateng, DI Yogyakarta, Jatim, Bali, dan NTB.Potensi angin kencang juga dapat terjadi di wilayah NTT dan NTB, serta pada gelombang setinggi 1,25-2,5 meter (kategori sedang) di Samudra Hindia Selatan Jawa sampai NTT, perairan selatan Jawa sampai NTT, Selat Bali bagian selatan sampai SelatSumba bagian barat, dan LautSawu hingga Minggu, 16 November 2025.Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan meskipun kedua bibit siklon tropis tersebut saat ini masih berada pada kategori peluang rendah untuk mengalami peningkatan intensifikasi, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Indonesia."BMKG melalui TCWC Jakarta terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kedua bibit siklon tersebut. Pemantauan ini dilakukan secara berkesinambungan untuk memastikan setiap perubahan signifikan dapat segera diinformasikan kepada publik dan instansi terkait, guna mendukung tindakan mitigasi yang lebih cepat dan tepat," ujar Andri.Bagi masyarakat yang memiliki produktivitas tinggi, seperti pekerja di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), potensi hujan di sekitar wilayah kerja penting untuk diketahui sebagai langkah antisipasi terhadap bencana yang bisa terjadi seperti banjir.Oleh karena itu, berikut prediksi cuaca sepekan ke depan khususnya di wilayah Jabodetabek berdasarkan informasi yang diunggah Instagram @infobmkg.Senin, 17 November 2025 pukul 07.00 WIB-Selasa, 18 November 2025 pukul 07.00 WIBHujan intensitas ringan: Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten TangerangHutan intensitas sedang: Kepulauan Seribu, Kabupaten BogorHujan intensitas lebat: -Selasa, 18 November 2025 pukul 07.00 WIB-Rabu, 19 November 2025 pukul 07.00 WIBHujan intensitas ringan: Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten TangerangHutan intensitas sedang: Kepulauan Seribu, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten BogorHujan intensitas lebat: -Rabu, 19 November 2025 pukul 07.00 WIB-Kamis, 20 November 2025 pukul 07.00 WIBHujan intensitas ringan: Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta UtaraHutan intensitas sedang: Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten TangerangHujan intensitas lebat: Kabupaten Bogor.Saksikan pembahasan selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Jumat . Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat."Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-04 23:28