JAKARTA, - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memohon maaf atas kesalahannya dalam memandang dampak banjir Sumatera.“Nah, Tapsel ini saya surprise begitu ya, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati,” kata Suharyanto usai meninjau lokasi terdampak banjir di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dikutip dari siaran Kompas TV, Minggu .Baca juga: BNPB Ungkap Alasan Banjir Sumatera Belum Jadi Bencana Nasional: Terlihat Mencekam di Medsos, tapi Sudah MembaikDia telah meninjau lokasi banjir di Kecamatan Batangtoru, ditemani Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu.Dia memastikan upaya penanganan pasca-bencana banjir bandang ini terus dilakukan, termasuk pemenuhan logistik.“Bukan berarti kami tidak peduli,” kata Suharyanto.Baca juga: Data BNPB: Korban Jiwa Bencana Banjir Sumatera Bertambah Jadi 604 Orang Pada Jumat , Suharyanto sempat menepis informasi di media sosial soal keparahan dampak banjir Sumatera.“Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik,” kata Suharyanto dalam konferensi pers saat itu.Dia menyebut daerah Tapanuli Tengah sebagai daerah yang paling parah terdampak banjir.Menurutnya, banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh masih berada pada tingkat daerah provinsi, tidak perlu ditetapkan berstatus bencana nasional.Suharyanto menegaskan bantuan pusat tetap besar-besaran lewat BNPB, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait.“Karena statusnya tingkat provinsi, pemerintah pusat melalui BNPB, TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga memberikan dukungan maksimal. Buktinya, Presiden mengerahkan bantuan besar-besaran, TNI mengirim alutsista dalam jumlah besar, dan BNPB menggerakkan seluruh kekuatan yang ada,” tegasnya.
(prf/ega)
Kepala BNPB: Saya Mohon Maaf, Tak Mengira Besarnya Dampak Banjir Sumatera
2026-01-12 14:18:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 14:09
| 2026-01-12 14:02
| 2026-01-12 13:15
| 2026-01-12 13:12
| 2026-01-12 12:03










































