Iran Temukan Alat Spionase Canggih Saat Tangkap Mata-mata Israel

2026-01-13 07:01:05
Iran Temukan Alat Spionase Canggih Saat Tangkap Mata-mata Israel
TEHERAN, - Otoritas Iran mengadili warga negara ganda yang dituduh menjadi mata-mata untuk Israel, dan menemukan alat spionase canggih saat menangkapnya.Terdakwa ditangkap saat perang 12 hari Iran-Israel pada Juni 2025, tetapi identitasnya tidak diungkap.Lembaga peradilan Iran menyebutnya warga negara ganda yang berdomisili di Eropa, memasuki wilayah Iran sebulan sebelum perang pecah.Baca juga: Pelaku Scam di Iran Dieksekusi, Rugikan Warga hingga Rp 5,8 TriliunDikutip dari AFP, pengadilan memeriksa perkara tersebut dengan dakwaan melakukan kerja sama intelijen dan spionase untuk badan mata-mata Israel, Mossad.Menurut hasil penyelidikan, terdakwa memiliki hubungan dengan Mossad dan menjalani pelatihan sebagai agen mata-mata di sejumlah ibu kota negara Eropa, serta wilayah-wilayah yang diduduki.Ketika ditangkap, pihak berwenang menemukan peralatan spionase canggih di vila tempat terdakwa menginap di Iran.Selama perang Iran-Israel, Teheran juga menangkap tiga warga negara Eropa. Salah satunya adalah Lennart Monterlos, remaja 19 tahun berkewarganegaraan Perancis-Jerman yang dikenal sebagai pesepeda. Monterlos kemudian dibebaskan.Baca juga: Iron Dome Dibobol Iran, Israel Bakal Diperkuat Laser Iron Beam Akhir 2025SHUTTERSTOCK Ilustrasi spionase.Iran memperketat hukuman bagi para pelaku spionase sejak Oktober 2025. Melalui undang-undang baru, setiap warga yang terbukti melakukan aktivitas intelijen untuk Israel, Amerika Serikat, atau entitas yang dianggap bermusuhan dengan Iran, dapat dikenai hukuman mati dan penyitaan seluruh asetnya.Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Iran menindak tegas dugaan kerja sama dengan musuh negara, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel.Sejak perang meletus, Iran mengumumkan sejumlah penangkapan dan eksekusi terhadap sedikitnya sembilan orang yang dinyatakan bersalah atas tuduhan serupa.Iran telah lama menuduh Israel terlibat dalam sabotase terhadap fasilitas nuklirnya dan pembunuhan ilmuwan-ilmuwan terkemuka negara tersebut.Konflik bersenjata yang terjadi pada Juni lalu menjadi perang langsung pertama antara kedua negara, setelah serangkaian serangan balasan sporadis pada 2024 yang tidak berkembang menjadi konfrontasi terbuka.Perang ini juga disebut menggagalkan upaya diplomatik tingkat tinggi antara Teheran dan Washington yang bertujuan merumuskan kesepakatan baru terkait program nuklir Iran.Adapun gencatan senjata antara Iran dan Israel mulai diberlakukan pada 24 Juni 2025.Baca juga: Batal Boikot Undian Piala Dunia 2026, Iran Putuskan HadirSumber: Kompas.com (Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh)


(prf/ega)