-Fenomena kemunculan anakan ular piton dari lubang gorong-gorong di depan Kantor Dispora Kabupaten Sukabumi menghebohkan warga. Pasalnya, anakan yang muncul berjumlah puluhan.Pakar Herpetologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amir Hamidy mengatakan, musim hujan menjadi momen telur-telur ular menetas.“Kalau di bulan-bulan sekarang, misalnya bulan desember, itu memang musim di mana anakan ular menetas,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu .Amir melanjutkan, jika dilihat dari ukurannya, memang benar bahwa anakan ular yang tertangkap kamera itu adalah anakan ular yang baru saja menetas dan berasal dari induk yang sama.Biasanya, mereka menetas dalam kurun waktu 1-3 hari. Tempat yang menjadi favorit ular meletakkan telurnya adalah lubang tersembunyi dengan kelembapan tinggi dan tidak terendam air.Baca juga: Pakar UGM: Jawa hingga Papua Selatan Masuk Zona Siaga Longsor dan BanjirSelain itu, ular juga suka mendiami loteng rumah yang gelap dan lembap.Lebih lanjut, Amir mengatakan apabila menjumpai ular di tempat yang bukan habitatnya, segera menghubungi damkar untuk mengevakuasinya. Selanjutnya, damkar akan melepaskan ular tersebut di habitat aslinya.Ia menjelaskan, jenis ular python reticulatus memang memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik. Selain hidup di habitat aslinya seperti hutan, perkebunan, dan persawahan, jenis ular ini juga bisa hidup di wilayah perkotaan.Di antara jenis ular yang bisa ditemukan di wilayah padat penduduk selain piton adalah kobra, weling, ular tanah dan ular kopi. Sumber makanan mereka adalah tikus.Meskipun hanya kobra dan weling yang memiliki bisa, jenis ular lain juga perlu diwaspadai kemunculannya. Sebab biasanya, mereka menyerang musuhnya dengan melilitnya.Amir mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di musim hujan yang menjadi masanya telur ular menetas ini.Ia menganjurkan untuk menjaga kebersihan rumah. Rumah yang bersih tidak mengundang tikus masuk, sehingga ular pun tidak akan ikut masuk. Apabila rumah dalam kondisi kotor, tikus akan tertarik mendiami rumah tersebut. Pada akhirnya, ular ikut menetap di sana untuk mencari makan.Baca juga: Pakar UGM: Jawa hingga Papua Bagian Selatan Berpotensi Hujan Intens yang Picu Longsor-Banjir
(prf/ega)
Viral Puluhan Anak Piton Muncul di Sukabumi ketika Hujan, Pakar BRIN Ungkap Sebabnya
2026-01-11 15:05:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:04
| 2026-01-11 14:38
| 2026-01-11 14:34
| 2026-01-11 13:59
| 2026-01-11 13:17










































