Bye-bye Impor! Indonesia Bangun Pabrik Plasma Darah Terbesar di ASEAN

2026-01-14 09:33:54
Bye-bye Impor! Indonesia Bangun Pabrik Plasma Darah Terbesar di ASEAN
JAKARTA, - Ketergantungan Indonesia terhadap impor plasma darah yang selama ini mencapai 100 persen segera memasuki babak akhir. Melalui Indonesia Investment Authority (INA), Indonesia bersiap mencatat sejarah baru di industri kesehatan nasional dengan membangun pabrik fraksionasi plasma darah atau derived medicinal products (PDMP) pertama di Tanah Air yang juga diproyeksikan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara (ASEAN). Vice President ESG INA, Fetriza Rinalddy, mengatakan selama ini kebutuhan plasma darah nasional sepenuhnya dipenuhi melalui impor. Melalui kerja sama strategis dengan SK Plasma, yang merupakan bagian dari SK Group asal Korea Selatan, Indonesia kini mulai membangun fasilitas fraksionasi plasma darah di dalam negeri. Proyek strategis tersebut disampaikan Fetriza dalam program Naratama Kompas.com, berjudul "Pintu Investasi Indonesia di Pundak INA" yang dipandu Pemimpin Redaksi Kompas.com Amir Sodikin dan dipublikasikan pada Rabu . “Kami bekerja sama dengan SK Plasma dari Korea Selatan untuk membangun pabrik fraksionasi plasma darah pertama di Indonesia. Selama ini kita 100 persen impor plasma darah. Ini akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” ujar Fetriza.Baca juga: Laporan LPEM UI: Investasi INA Ubah Infrastruktur Jadi Nilai Ekonomi dan Sosial Kehadiran fasilitas tersebut menandai perubahan besar dalam industri kesehatan nasional. Indonesia tidak lagi hanya berperan sebagai pasar, tetapi mulai bertransformasi menjadi produsen produk berbasis plasma darah. Pabrik fraksionasi plasma darah ini dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026. Fasilitas tersebut akan berlokasi di Karawang International Industrial City dan memproduksi Produk Obat Derivat Plasma (PODP), seperti albumin dan imunoglobulin, dengan kapasitas pengolahan hingga 600.000 liter plasma per tahun. INA dan SK Plasma telah mendirikan PT SKPlasma Core Indonesia, perusahaan patungan (joint venture/JV), yang diumumkan pada 14 November 2024. Pembentukan entitas usaha ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian investasi antara kedua pihak. Baca juga: Total Investasi INA Rp 65,4 Triliun hingga Mei 2025 Melalui kemitraan strategis tersebut, INA menjadi pemegang saham terbesar kedua di PT SKPlasma Core Indonesia. Kontrak ini juga menjadi yang pertama bagi perusahaan asal Korea Selatan yang berhasil menarik investasi dari INA. Kesepakatan itu dipandang sebagai pengakuan atas pengalaman operasional SK Plasma dalam pengelolaan pabrik plasma PDMP, serta keunggulan teknologi yang dimiliki. Di sisi lain, kerja sama juga mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendorong kemandirian nasional dalam penyediaan obat derivat plasma. SK Plasma telah memperoleh izin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk mengoperasikan bisnis PDMP dan mendirikan perusahaan patungan SKPlasma Core Indonesia guna membangun fasilitas fraksionasi plasma tersebut. Baca juga: Genjot Kredit Properti, Bank INA Gandeng Alam Sutera


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-14 08:01