Maybank Indonesia Siapkan Rp 3,3 Triliun untuk Proyek Energi Bersih PLN Batam

2026-02-03 03:04:31
Maybank Indonesia Siapkan Rp 3,3 Triliun untuk Proyek Energi Bersih PLN Batam
JAKARTA, — PT Bank Maybank Indonesia Tbk menyalurkan fasilitas pembiayaan syariah berbasis keberlanjutan senilai Rp 1,1 triliun dari total Rp 3,3 triliun (sekitar 199 juta dollar AS) dalam bentuk sindikasi Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) bagi PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam.Pembiayaan ini akan digunakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 120 megawatt di Batam guna memperkuat pasokan energi di wilayah Batam dan Kepulauan Riau.Sindikasi ini melibatkan Maybank Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai Joint Mandated Lead Arranger dan bookrunner, dengan Maybank Indonesia bertindak sebagai koordinator.Baca juga: Langkah Hijau PLN, Sulap Tumpukan Sampah Jadi Energi BersihDirektur Global Banking Maybank Indonesia Ricky Antariksa mengatakan, penyediaan fasilitas ini menjadi langkah strategis Maybank dalam memperkuat posisi di bidang pembiayaan syariah berbasis keberlanjutan.“Langkah ini melanjutkan rekam jejak dan kepemimpinan Maybank Group dalam perbankan syariah dan keuangan berkelanjutan. Dari tahun 2021 hingga semester I 2025, Maybank telah memobilisasi hampir RM140 miliar atau sekitar Rp476 triliun pembiayaan berkelanjutan di seluruh kawasan,” ujar Ricky dalam keterangan tertulis, Rabu .Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar menjadikan energi terbarukan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi berkelanjutan.Presiden Direktur PLN Batam Kwin Fo menyebut, skema IMBT memungkinkan perusahaan melaksanakan proyek infrastruktur strategis tanpa menambah beban utang jangka panjang secara langsung.“Struktur ini memberi fleksibilitas pembayaran sekaligus efisiensi modal bagi perusahaan,” kata Kwin Fo.Baca juga: Energi Bersih: Mimpi Besar atau Janji Kosong Indonesia?Proyek PLTGU Batam 120 MW akan dikembangkan dengan skema engineering, procurement, and construction (EPC) sebagai bagian dari inisiatif strategis PLN Batam memperkuat ketahanan energi di Batam dan mendukung pertumbuhan industri melalui pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.Langkah ini juga sejalan dengan strategi "Shariah First" Maybank Indonesia yang telah diterapkan sejak 2013.Strategi tersebut menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis perbankan syariah dan upaya bank dalam menghadirkan solusi keuangan yang inovatif dan berkelanjutan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-03 20:09