JAKARTA, – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah membangun 30.017 titik akses internet di seluruh Indonesia berkat beroperasinya Satelit Republik Indonesia (Satelit)-1.Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadillah Mathar atau Indah, menyampaikan pembangunan akses internet sebelumnya kerap terhambat karena harus berebut daftar kapasitas satelit dengan swasta.“Saat ini sudah ada tiga puluh ribu titik lokasi akses internet di Indonesia,” kata Indah dalam media briefing di Kantor PT Satelit Nusantara Tiga (SNT), Cikarang, Jawa Barat, Rabu .Baca juga: Dukung Pemulihan Sistem Kelistrikan di Aceh, PLN Icon Plus Aktivasi Jaringan Komunikasi SatelitSatria-1 merupakan satelit internet pertama milik Indonesia dengan kapasitas 150 Gbps. Tujuannya menyediakan akses internet di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T). Proyek ini dibangun lewat skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp 6,42 triliun.Satelit ini digunakan untuk layanan publik. Sebanyak 20.785 lembaga pendidikan mendapatkan akses internet atau 69,24 persen dari total titik. Sebanyak 5.846 kantor pemerintahan atau 19,48 persen. Lalu 1.689 layanan kesehatan atau 5,63 persen.Akses internet juga diberikan ke 444 pusat kegiatan masyarakat, 394 tempat ibadah, 498 titik pertahanan dan keamanan, 193 layanan usaha, serta 23 lokasi transportasi publik.“Dalam satu tahun yang dulunya kami hanya bisa membangun sekitar seribu, paling banyak 2.000 titik, itu dalam satu tahun masa operasional Satria-1 itu kita bisa lebih dari 20.000 titik,” ujar Indah.Indah menyebut BAKTI Komdigi terbantu skema KPBU yang didukung PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII). PT PII berada di bawah Kementerian Keuangan dan memiliki mandat menarik peran swasta agar proyek tidak menguras APBN.Baca juga: Integrasi Energi Bersih dan Internet Satelit Dongkrak Pertanian DesaMenurut Indah, skema KPBU membuat biaya konstruksi ditanggung swasta terlebih dahulu selama dua sampai tiga tahun sebelum pembayaran layanan dilakukan pemerintah. Mekanisme ini memberi ruang fiskal lebih besar untuk proyek lain.“Dan ini memudahkan sehingga fiskal pemerintah yang ada 3 tahun atau 2-3 tahun masa pembangunan itu bisa dialihkan untuk proyek-proyek lain,” tutur Indah.Plt Direktur Utama PT PII, Andre Permana, menegaskan dukungan penuh terhadap proyek strategis yang dijalankan BAKTI Komdigi termasuk Satria-1.Sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan, PT PII bertugas memastikan proyek strategis memiliki struktur risiko yang kuat.“Peran PT PII adalah memastikan proyek strategis nasional memiliki struktur risiko yang kuat dan kredibel. Melalui penjaminan pemerintah yang kami kelola secara profesional, dapat mendorong proyek SATRIA 1 dapat beroperasi dan bermanfaat besar bagi masyarakat,” kata Andre.
(prf/ega)
Berkat Satelit Satria-1, BAKTI Komdigi Bangun 30.000 Titik Akses Internet
2026-01-13 14:26:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 14:44
| 2026-01-13 14:19
| 2026-01-13 13:33
| 2026-01-13 12:06










































