Arab Saudi dan Qatar Bakal Terhubung Kereta Cepat, Proyek Direncanakan Selesai 6 Tahun

2026-01-12 07:05:55
Arab Saudi dan Qatar Bakal Terhubung Kereta Cepat, Proyek Direncanakan Selesai 6 Tahun
RIYADH- - Arab Saudi dan Qatar bakal membangun kereta cepat listrik untuk menghubungkan dua ibu kota negara.Dikutip dari Aljazeera, kereta cepat itu akan menghubungkan Bandara Internasional Raja Salman di Riyadh dengan Bandara Internasional Hamad di Doha.Selain itu, Kota Al Hofuf dan Dammam juga diproyeksikan masuk dalam jaringan kereta.Kereta api ini disebut bisa mencapai kecepatan melebihi 300 km/jam. Perjalanan Riyadh-Doha pun akan memakan waktu sekitar dua jam.Sebagai gambaran, penerbangan langsung Riyadh-Qatar memakan waktu sekitar 90 menit atau 1,5 jam.Baca juga: Misteri Kotak Hijau Hadiah dari Arab Saudi untuk Suriah, Bikin Warga GegerProyek tersebut direncanakan bakal selesai dalam waktu enam tahun.Kehadiran kereta cepat ini diharapkan dapat melayani 10 juta penumpang per tahun dan menciptakan 30.000 pekerjaan di kedua negara.Kedua negara juga telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk pembangunan kereta cepat ini.Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani selama kunjungannya ke Riyadh.Proyek ini dianggap sebagai salah satu pembangunan infrastruktur modern paling signifikan antara Arab Saudi dan Qatar.Baca juga: Arab Saudi Buka 2 Toko Alkohol Baru, Genjot Sektor PariwisataHal ini sekaligus menandai langkah terbaru dalam peningkatan drastis hubungan kedua negara Teluk selama beberapa tahun terakhir.Sebagai informasi, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir telah memutus semua hubungan diplomatik dan transportasi dengan Qatar pada Juni 2017.Mereka menuduh Doha mendukung Ikhwanul Muslimin dan berupaya menjalin hubungan lebih dekat dengan musuh bebuyutan Arab Saudi, Iran.Namun, Qatar telah membantah keras tuduhan itu.Hubungan Arab Saudi-Qatar sepenuhnya pulih pada Januari 2021 setelah pertemuan puncak di kota gurun Al Ula.Sejak saat itu, kedua negara telah bertemu secara berkala dan bergabung untuk mendukung inisiatif diplomatik, termasuk seruan untuk gencatan senjata di Gaza.


(prf/ega)