Polisi Dalami Motif-Obsesi di Kasus Anak Diduga Bunuh Ibu di Medan

2026-01-12 06:48:54
Polisi Dalami Motif-Obsesi di Kasus Anak Diduga Bunuh Ibu di Medan
MEDAN, - Polrestabes Medan masih melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terkait kasus anak, AL (12), yang diduga membunuh ibu, F (42), di Kota Medan.Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak menyampaikan bahwa saat pra rekonstruksi, petugas telah mencocokkan hasil keterangan para saksi yang ada di berita acara pemeriksaan dengan fakta sesungguhnya di lapangan."Dan di situ juga ternyata kami menemukan ada beberapa petunjuk-petunjuk di sana," kata Calvijn saat diwawancarai di Jalan Suwondo, Kota Medan, pada Rabu ."Kita ingin mendalami terkait dengan motif dan obsesi yang ada di sana," tambahnya.Di samping itu, pihaknya juga masih menunggu hasil penelitian dari instansi yang mendampingi, dari KPAI, Dinas Perlindungan Anak, dan psikolog.Baca juga: Kasus Dugaan Anak Bunuh Ibu di Medan: Polisi Gelar Pra-Rekonstruksi Selama 6 Jam"Mudah-mudahan waktu tidak lama lagi, ini sudah sinkron semuanya. Dan mohon doanya agar kami bisa memastikan dan menginformasikan selanjutnya kepada masyarakat," ucap Calvijn.Sebelumnya diberitakan, Polrestabes Medan telah menggelar pra rekonstruksi terkait kasus yang menimpa F."Kurang lebih 6 jam, tim telah melaksanakan pra rekonstruksi kedua," kata Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak saat diwawancarai di lokasi pada Minggu .Ia menerangkan bahwa pra rekonstruksi pertama sudah dilakukan di lokasi pengganti, yakni di Polrestabes Medan beberapa waktu lalu."Pra rekonstruksi hari ini kami lakukan dengan pemeran sesuai dengan fakta aslinya. Setidaknya ada 43 adegan," ujar Calvijn.Adapun dalam pra rekonstruksi ini, saksi maupun terduga pelaku didampingi psikolog serta petugas dari Dinas Perlindungan Anak."Selain pra rekonstruksi, kami kembali melakukan proses penggeledahan. Ada beberapa barang-barang yang kami bawa untuk didalami," tambahnya.Perlu diketahui, F ditemukan meninggal dunia pada Rabu .Kepala Lingkungan V, Kelurahan Tanjung Rejo, Tono, mengungkapkan situasi saat tiba di lokasi kejadian."Saya lihat korban sudah tergeletak di dalam kamar lantai satu, di atas kasur, bersimbah darah," kata Tono kepada Kompas.com.


(prf/ega)