PASURUAN, - Sekitar 200 warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur kembali menggelar aksi penolakan pembangunan Batalyon 15 Marinir, TNI Angkatan Laut.Mereka mendesak agar pembangunan dihentikan dan digeser jauh dari permukiman warga."Kehadiran kami sederhana Pak komandan, agar pembangunan Batalyon 15 ini dihentikan dulu. Termasuk latihan di sini. Karena dekat perkampungan warga," ujar Susanto, selaku koordinator aksi di tengah unjuk rasa, Senin .Dalam orasinya, warga menegaskan, mereka tidak pernah menolak program TNI AL dalam rangka penguatan ketahanan negara. Namun kali ini mereka menilai keberadaan Batalyon 15 mengganggu kenyamanan warga."Seperti diketahui bahwa ketika ada latihan atau aktivitas militer di dekat perkampungan itu mempengaruhi psikologis kami.""Warga takut jika terjadi apa-apa. Kami minta Batalyon baru ini digeser titiknya, di kumpulkan di sekitar Puslatpur," tegas dia.Baca juga: Masih Trauma, Warga Pasuruan Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon 15 MarinirSementara itu, PGS Komandan Puslatpur 3 Grati, Mayor. Mar. M. Yamin menjelaskan, lokasi pembangunan Batalyon 15 sudah melalui kajian mendalam serta memperhatikan aspek keamanan.Termasuk, kata dia, menilai aspek terhadap kontur tanah yang tidak produktif. "Tidak mungkin digeser, karena semua lokasi sudah ada peruntukannya. Dan titik pembangunan Batalyon ini di lahan kosong," kata dia.Sedangkan terkait tuntutan untuk menghentikan proyek pembangunan, pihaknya belum dapat memastikan. sebab, proyek pembangunan untuk Batalyon 15 Marinir dan Sekolah Tamtama di kawasan tersebut sudah menjadi program dari Kementerian Pertahanan."Kami tetap akan melaksanakan sesuai perintah, terus untuk membangun tetapi kami tetap memperhatikan kondisi di lapangan dan kami laporkan perkembangannya ke pimpinan," jawab dia.Selama aksi berlangsung, ratusan warga yang terdiri bapak, ibu, dan anak-anak sempat memanas. Mereka memaksa ingin mendekat ke area yang sudah diberi batas.Beruntung aksi cepat mereda karena koordinator aksi menarik mundur warga. Mereka mengaku akan terus melakukan upaya guna menghentikan proses pembangunan Batalyon 15 Marinir.Aksi penolakan terhadap pembangunan Batalyon 15 Marinir di Desa Sumberanyar, Nguling dan Sekolah Tamtama milik TNI AL di pesisir Kecamatan Lekok juga pernah digelar.Warga sepakat menolak karena mengkhawatirkan adanya keamanan, serta mengeklaim bahwa mereka berhak untuk tinggal di kawasan tersebut.
(prf/ega)
Ratusan Warga di Pasuruan Kembali Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon 15 Marinir TNI AL
2026-01-12 04:23:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:59
| 2026-01-12 03:16
| 2026-01-12 02:59
| 2026-01-12 02:21
| 2026-01-12 02:11










































