Kisah Hambali, Driver Ojol Antar Makanan ke Tengah Kuburan Hingga Orderan Fiktif Rp 1 Juta

2026-01-14 21:49:08
Kisah Hambali, Driver Ojol Antar Makanan ke Tengah Kuburan Hingga Orderan Fiktif Rp 1 Juta
PAMEKASAN,  - Setiap hari, Imam Hambali (43) tidak kenal lelah menunggangi kuda besinya mengais rezeki. Sudah selama 16 tahun, dia bergelut dengan order makanan, pengantaran, dan penjemputan pelanggan menjadi driver ojek online (ojol).Jaketnya hijau dan terlihat baru, helm nya pun masih bagus. Bahkan, sepeda motornya cukup bersih. Namun, bukan berarti dia pengemudi ojol baru."Bukan berarti saya orang baru. Tapi ini sudah berganti seragam kesekian kalinya. Demi performa dan pelayanan terbaik ke pelanggan," tuturnya sambil tersenyum saat berbincang dengan Kompas.com, Minggu sore.Suara dering gadget seperti sudah bersahabat. Sesaat alat komunikasi itu berbunyi, dia pun bergegas langsung mengecek aplikasi.Baca juga: Curhat Driver Ojol di Denpasar, Menata Hidup Pakai Aplikasi Hambali memilih menjadi driver ojol bukan tanpa alasan. Tentu untuk menopang kebutuhan hidup."Awalnya saya coba-coba. Tapi ternyata bisa menopang kebutuhan hidup, akhirnya berlanjut sampai sekarang," katanya.Saat itu, dia ingin menyelesaikan biaya pendidikannya di salah satu perguruan tinggi. Akhirnya terbantu dari hasil menjadi pengemudi ojol.Berselang, beberapa tahun, Hambali menikah hingga punya anak. Sejak itu, pekerjaan driver online menjadi pendapatan utama untuk menghidupi keluarganya."Sampai saya punya dua anak, pendapatannya dari driver ojol. Sembari di pagi hari, saya jadi honorer di sekolah swasta," ujarnya.Baca juga: Kisah Ibu Nia, Driver Ojol yang Mengubur Gelar Sarjana demi AnakHambali bercerita, suka duka sebagai driver ojol cukup banyak dialaminya. Salah satunya, akun tidak bertanggung jawab mengorder makanan dan lokasinya di tengah kuburan.Saat itu, malam hari dia menerima order makanan cash and delivery (COD). Setelah tiba di lokasi sepi, titik pengorder ada di tengah pemakaman."Saya sudah beli makanan sesuai pesanan. Setelah diantar lokasinya gelap dan ternyata di tengah kuburan dan cukup jauh dari rumah warga. Tapi saya sempat menunggu," katanya.Di lain kesempatan, dia juga menerima pesanan makanan fiktif. Pengorder memesan terang bulan dan martabak senilai Rp 1.000.000. Namun, setelah diantar ke lokasi sesuai di aplikasi, pemesannya tidak ada.Setelah beberapa jam pemesan tidak ditemukan, akhirnya makanan dibawa kembali ke tempat mangkal."Saat itu akhirnya makanan dibagi antar ojol. Sementara uang diajukan dan diklaimkan ke penyedia jasa aplikasi ojol," ujarnya.Baca juga: WNA Perempuan Tantrum Pukul Ojol Usai Tabrak Dua Mahasiswa hingga Tewas di Kalibanteng Semarang


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-14 22:23