PLN Catat Lonjakan Mobil Listrik Melakukan Pengecasan di SPKLU

2026-02-03 01:42:51
PLN Catat Lonjakan Mobil Listrik Melakukan Pengecasan di SPKLU
JAKARTA, – PT PLN (Persero) mencatat peningkatan signifikan pada aktivitas pengisian daya kendaraan listrik selama masa siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Pada periode siaga yang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 ini menunjukkan tren penggunaan Electric Vehicle (EV) yang terus meningkat.Bahkan, pada pertengahan masa siaga, total pengisian daya kendaraan listrik sudah melampaui capaian keseluruhan periode Nataru 2024/2025.Baca juga: Pekan Ini Ganjil Genap Jakarta Hanya Berlaku 4 Hari/DIO DANANJAYA Ilustrasi SPKLU mobil listrik di Tol Trans JawaDirektur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa lonjakan tersebut terjadi dalam kurun waktu yang jauh lebih singkat dibanding tahun sebelumnya.“Hingga hari ke-13 masa siaga Nataru 2025/2026 , pengisian daya kendaraan listrik sudah melampaui total realisasi sepanjang periode Nataru tahun lalu,” ujar Darmawan, dalam keterangan resmi, Senin .Berdasarkan catatan PLN, hingga 27 Desember 2025 pukul 24.00 WIB, jumlah pengisian daya kendaraan listrik selama masa siaga Nataru 2025/2026 mencapai 137.250 kali.Baca juga: Puluhan Produsen Mobil Listrik China Terancam Tutup pada 2026Dok. Jasa Marga Ilustrasi rest area Jasa MargaAngka tersebut hampir tiga kali lipat dibandingkan total pengisian daya sepanjang Nataru 2024/2025 yang tercatat 48.254 kali.Peningkatan tidak hanya terlihat dari frekuensi pengisian daya di SPKLU, tetapi juga dari konsumsi energi listrik.Hingga hari ke-13 masa siaga, energi listrik yang tersalurkan untuk pengisian EV telah mencapai 3.288.045 kilowatt hour (kWh), atau sekitar 2,8 kali lipat dibandingkan total energi sepanjang Nataru 2024/2025 yang sebesar 1.174.350 kWh.Baca juga: Sudah Tahu Puncak Macet: Mengapa Pengendara Tetap Datang?/AZWAR Kondisi SPKLU di ruas Tol Cipali saat Libur Nataru“Dari sisi energi, lonjakannya juga terlihat jelas. Hingga hari ke-13 masa siaga, listrik yang tersalurkan untuk pengisian daya EV sudah mencapai lebih dari 3,28 juta kWh,” kata Darmawan.Sebagai upaya antisipasi lonjakan mobilitas kendaraan listrik selama libur akhir tahun, PLN sejak awal masa siaga telah menyiapkan infrastruktur pengisian daya di berbagai titik strategis.Saat ini, PLN menyiagakan 4.516 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 2.935 lokasi di seluruh Indonesia.Baca juga: Cek Harga Bekas Honda HR-V Desember 2025, mulai Rp 150 Jutaan/DIO DANANJAYA Ilustrasi SPKLU mobil listrik di Tol Trans JawaKesiapan infrastruktur tersebut juga mencakup penambahan SPKLU di jalur utama mudik Sumatra–Jawa–Bali dengan total 1.515 unit SPKLU, atau meningkat tiga kali lipat dibanding periode Nataru tahun lalu."Sejak awal masa siaga, kami juga menyebar 15 unit SPKLU mobile untuk kebutuhan darurat dan lebih dari 5.000 petugas SPKLU yang bersiaga 24 jam selama masa siaga Nataru, agar layanan pengisian daya selalu memadai di tengah meningkatnya mobilitas EV," ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-03 11:33