PM Finlandia Minta Maaf ke Jepang, China, dan Korsel, Buntut Unggahan Foto Rasis Parlemen

2026-01-12 17:06:31
PM Finlandia Minta Maaf ke Jepang, China, dan Korsel, Buntut Unggahan Foto Rasis Parlemen
HELSINKI, – Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo pada Rabu menyampaikan permintaan maaf kepada warga Jepang, China, dan Korea Selatan setelah sejumlah anggota parlemen memicu kemarahan publik lewat unggahan media sosial bernuansa rasis.Para politikus itu mengunggah foto diri mereka dengan menarik sudut mata, gestur yang secara luas dipandang sebagai penghinaan terhadap masyarakat Asia Timur.Insiden ini menimbulkan reaksi internasional dan berdampak pada citra Finlandia di luar negeri. Pemerintah menegaskan tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai maupun posisi resmi negara.Baca juga: Jet Tempur Su-30 Rusia Jatuh Dekat Finlandia, Dua Awak TewasPara anggota parlemen tersebut berasal dari Finns Party, partai populis yang menjadi bagian dari koalisi pemerintahan sayap kanan.Dalam unggahan yang beredar, mereka terlihat menarik sudut mata—gestur yang banyak pihak nilai sebagai rasis terhadap orang Asia Timur.Para politikus itu mengeklaim foto-foto tersebut diunggah sebagai bentuk dukungan kepada Miss Finland 2025, Sarah Dzafce, yang pekan lalu dicopot gelarnya setelah mengunggah gambar serupa pada November.Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun media sosial Kedutaan Besar Finlandia di Jepang, China, dan Korea Selatan, Petteri Orpo menyampaikan permohonan maaf.“Saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas unggahan media sosial yang menyinggung perasaan yang dilakukan oleh individu anggota parlemen,” kata Orpo.Ia menegaskan, “Unggahan-unggahan tersebut tidak mencerminkan nilai Finlandia tentang kesetaraan dan inklusi,” seraya menambahkan bahwa “rasisme dan diskriminasi tidak memiliki tempat dalam masyarakat Finlandia.”Baca juga: Susul Perancis dan Inggris, Finlandia Siap Akui PalestinaKantor Perdana Menteri juga mengatakan kepada AFP bahwa Orpo ingin menekankan perilaku ketiganya “tidak mewakili posisi Finlandia.”Penyiar publik Yle melaporkan bahwa sebuah perusahaan produksi televisi Finlandia menangguhkan proyek kolaborasi di Jepang akibat kontroversi tersebut.Maskapai nasional Finnair juga menyatakan merek mereka terdampak secara negatif.Kelompok parlemen Finns Party dijadwalkan bertemu pada Kamis untuk membahas kemungkinan sanksi terhadap para anggota tersebut.Diketahui, Pemerintahan Finlandia yang berkuasa sejak 2023 memang beberapa kali diguncang insiden pernyataan provokatif dari anggota Finns Party.Pada Agustus lalu, seorang anggota parlemen dari partai yang sama bahkan menyebut para imigran telah mengubah Finlandia menjadi “kandang babi.”Baca juga: Anggota Wakil Rakyat Finlandia Meninggal di Gedung Parlemen, Penyebab Masih Misteri


(prf/ega)