Polisi Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Ngunut Gunungkidul Usai Warga Demo di Kalurahan

2026-01-11 15:10:24
Polisi Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Ngunut Gunungkidul Usai Warga Demo di Kalurahan
YOGYAKARTA, - Warga Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen, Gunungkidul melakukan demo menuntut transparansi dana desa. Aksi ini merupakan buntut dari dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum perangkat.  Kini, polisi mengusut kasus tersebut.Kasat Reskrim Gunungkidul, AKP Yahya Murray mengatakan, pihaknya masih mencari barang bukti dan mengumpulkan keterangan. "Masih dalam penyelidikan, jadi baru tahap awal, kami masih mencari barang bukti dan keterangan-keterangan dulu," katanya saat dihubungi wartawan melalui telepon, Selasa .Baca juga: Dugaan Korupsi Ratusan Juta, Warga Ngunut Merasa Dikhianati oleh Aparat DesaDia mengatakan pihaknya menerima aduan masyarakat terkait dugaan penyelewengan dana desa pada Sabtu .Polisi langsung bergerak mengumpulkan barang bukti untuk mengusut dugaan korupsi itu.Setelah mendapatkan bukti, pihaknya akan langsung melakukan pemanggilan para saksi."Nantinya semua pihak yang diduga terlibat akan kita mintai keterangan," kata Yahya.Baca juga: Cabai Rawit Tembus Rp 80.000, Pedagang Gunungkidul: Bulan Lalu Rp 20.000Diberitakan sebelumnya, ratusan warga melakukan aksi menuntut transparansi pengelolaan anggaran di Kantor Kalurahan Ngunut, Playen, Gunungkidul pada Senin .Ratusan orang memasang spanduk tuntutan untuk transparansi di pagar Balai Kalurahan Ngunut, Playen.Pemasangan spanduk dilakukan sejak Jumat malam.Sejumlah orang berorasi menuntut transparansi anggaran. Baca juga: Tiga Nelayan Tersapu Ombak saat Cari Gurita di Gunungkidul, 2 Selamat dan 1 HilangSetelah itu, warga membubarkan diri.  Mereka menolak untuk mediasi dan menyerahkan kasus ini ke pihak hukum.Wakil Ketua Karang Taruna Ngunut, Ahmad Fatoni, mengatakan aksi dilakukan sejak Jumat malam dan memasang spanduk."Aksi ini sebagai lanjutan aksi sebelumnya," kata Fatoni, ditemui usai aksi, Senin.Lurah Ngunut, Iswanto Hadi, memaparkan dugaan kasus korupsi yang diduga dilakukan salah seorang perangkatnya.Iswanto mengakui dugaan kebocoran dana desa yang dilakukan salah satu stafnya. Baca juga: Nelayan Pencari Gurita Hilang di Gunungkidul Ditemukan Meninggal, Terseret 3,2 Km"Ada, iya mengakui. Posisinya sekarang tidak masuk, tapi masih aktif. Sudah SP beberapa kali tapi tidak diindahkan," kata dia."Di atas Rp 400 juta di bawah Rp 500 juta. Jadi (Bendahara Desa) di Kalurahan Ngunut ini kehidupannya memang sangat-sangat luar biasa dengan kemewahan," ucap Lurah.


(prf/ega)

Berita Lainnya