Pendapatan Emiten Farmasi Pyridam Farma (PYFA) Naik 77 Persen Kuartal III 2025

2026-01-17 03:24:52
Pendapatan Emiten Farmasi Pyridam Farma (PYFA) Naik 77 Persen Kuartal III 2025
JAKARTA, – PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 2,06 triliun hingga akhir kuartal III 2025. Nilai ini tumbuh 77,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,16 triliun.Mengutip laporan keuangan perseroan, EBITDA Pyridam Farma mencapai Rp 133,32 miliar pada September 2025, naik 100,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 66,44 miliar.Direktur Keuangan Pyridam Farma, Sinta Ningsih, menjelaskan peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang signifikan sepanjang tahun berjalan.“Hal ini membuktikan bahwa bisnis inti perseroan, termasuk kontribusi dari entitas baru, tetap berjalan kuat dan efisien,” ujar Sinta dalam keterangan tertulis, Rabu .Baca juga: Pyridam Farma (PYFA) Resmi Operasikan Pabrik Farmasi di AustraliaIa menambahkan, sejalan dengan ekspansi bisnis dan proses integrasi pasca-akuisisi, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 1,64 triliun. Meski meningkat, perseroan tetap mampu menjaga efisiensi dan profitabilitas, tercermin dari kenaikan laba kotor 41,28 persen secara tahunan menjadi Rp 417,86 miliar.Sinta optimistis kinerja perseroan akan terus menguat pada periode mendatang. Dukungan utamanya berasal dari konsolidasi penuh operasional pabrik-pabrik utama, termasuk fasilitas baru Probiotec di Kemps Creek, Australia, serta persiapan operasional penuh pabrik Ethica di Cikarang, Jawa Barat.“Kenaikan beban pokok penjualan merupakan bagian yang telah diantisipasi dari strategi integrasi dan ekspansi. Kami mengajak para pemangku kepentingan untuk melihat gambaran yang lebih besar, mengingat proses integrasi masih berjalan dan potensi pertumbuhan perseroan ke depan masih sangat kuat,” kata dia.Baca juga: Gandeng Genewel, Pyridam Farma (PYFA) Perkuat Posisi di Asia Pasifik Lebih lanjut, Sinta menjelaskan bahwa pabrik Probiotec di Kemps Creek telah dioptimalkan operasionalnya dan kini didukung sertifikasi Therapeutic Goods Administration (TGA) serta Halal AIHCO yang membuka peluang ekspor ke pasar global.“Di dalam negeri, pembangunan pabrik Ethica berjalan sesuai rencana dan diharapkan selesai pada awal tahun 2026,” imbuhnya.Pertumbuhan kinerja Pyridam Farma juga didorong oleh penguatan di seluruh pilar bisnis. Pilar utama pertumbuhan datang dari segmen Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) yang melibatkan berbagai principal internasional.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-17 01:38