JAKARTA, - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kontribusi industri asuransi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih relatif rendah jika dibandingkan dengan sektor keuangan lain, khususnya perbankan dan pasar modal. Padahal, industri asuransi memiliki peran strategis dalam menopang stabilitas ekonomi, memperdalam intermediasi keuangan, serta mendukung pertumbuhan jangka panjang.Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK, Sumarjono, mengatakan kontribusi industri asuransi terhadap PDB saat ini masih berada di kisaran 5 persen.Baca juga: Mengenal Asuransi Dwiguna, Apa Saja Manfaatnya?FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi asuransi kesehatan. Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan dengan perbankan dan pasar modal, sekaligus masih jauh dari target ideal menuju visi Indonesia Emas."Jadi kontribusi industri asuransi terhadap PDB masih cukup rendah. Terutama jika dibandingkan dengan sektor lain termasuk perbankan dan pasar modal,” ujar Sumarjono saat gelaran Indonesia Economic & Insurance Outlook 2026, Senin .OJK sendiri membidik kontribusi pasar saham lewat kapitalisasi pasar (market cap) dapat mencapai 70 persen terhadap pertumbuhan ekonomi atau PDB pada akhir 2025.Hingga perdagangan pukul 14.25 WIB, Senin siang ini nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) menyentuh Rp 15.836,403 triliun.Baca juga: Asosiasi: Klaim Asuransi Bencana Sumatera Capai Ratusan Miliar RupiahDi sisi perbankan, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan pada 2025 akan berada di batas bawah kisaran target 8 sampai 11 persen secara tahunan (year on year/yoy). BI mencatat penyaluran kredit perbankan pada November 2025 tercatat tumbuh 7,74 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,36 persen (yoy).Namun demikian, penguatan tersebut belum mencerminkan pemulihan permintaan kredit yang solid. Mengingat pada awal tahun ini pertumbuhan kredit dapat mencapai 10,27 persen.
(prf/ega)
Kontribusi Industri Asuransi ke PDB Masih Tertinggal dari Perbankan dan Pasar Modal
2026-01-12 10:19:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:26
| 2026-01-12 10:17
| 2026-01-12 09:02
| 2026-01-12 08:48










































