JAKARTA, - Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis , analis melihat peluang indeks menembus level psikologis 9.000 pada akhir tahun 2025, didorong pola musiman dan penguatan teknikal di area kunci.Pada penutupan perdagangan Kamis sore tadi, IHSG menutup perdagangan dengan melemah 0,65 persen atau 56,26 poin ke level 8.545,87. Tekanan jual terlihat sejak awal perdagangan, meski sempat dibuka menguat di posisi 8.611,33.Sepanjang sesi, IHSG bergerak variatif dan sempat menyentuh level tertinggi di 8.622,27 sebelum melemah bertahap hingga mencapai titik terendah di 8.521,49.Data RTI mencatat 283 saham menguat, sementara 382 saham melemah dan 144 stagnan. Aktivitas transaksi tetap tinggi dengan volume perdagangan 51,41 miliar saham senilai Rp 27,07 triliun. Total kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp 15.693,89 triliun.Baca juga: IHSG Cetak Rekor Sepanjang Masa, Investor Ritel Harus Apa? Di tengah volatilitas harian, muncul pertanyaan besar di pasar: apakah IHSG dapat menembus level 9.000 pada akhir 2025?Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, menilai peluang tersebut masih terbuka. Berdasarkan proyeksinya, pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan berada pada rentang 8.487-8.622, kendati melemah hari ini.Apabila IHSG mampu menembus dan bertahan di atas level 8.622, maka target kenaikan berikutnya berada di area 8.800 yang menjadi resisten penting berdasarkan Fibonacci 1.272.Peluang IHSG mencapai level 9.000 di akhir 2025 dinilai cukup terbuka karena area tersebut bertepatan dengan fibonacci 1.618, yang secara teknikal sering menjadi target penguatan lanjutan.“Proyeksi 9.000 possible (mungkin) untuk tercapai selaras dengan area fibonacci 1.618,” ujar Ahmad Faris kepada Kompas.com Kamis ini.Optimisme juga diperkuat oleh faktor musiman yakni kecenderungan harga saham naik pada periode akhir Desember hingga awal Januari (Santa Claus rally), yang historisnya memberikan dorongan positif pada pasar saham.Baca juga: Kembangkan Industri Kakao, Cau Chocolates Buka Peluang Melantai di Bursa Dengan kombinasi teknikal dan pola musiman tersebut, level 9.000 diperkirakan dapat dicapai pada periode Desember tahun ini hingga Januari tahun mendatang.“Didukung dengan fenomena seasonal santa claus rally dan January effect. Sehingga level tersebut dapat tercapai antara bulan Desember hingga Januari tahun depan,” paparnya.
(prf/ega)
Analis Sebut IHSG Punya Potensi Tembus 9.000 di Akhir 2025
2026-01-11 04:11:05
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:00
| 2026-01-11 03:56
| 2026-01-11 03:15
| 2026-01-11 02:18
| 2026-01-11 01:42










































