Uya Kuya dan Gus Miftah Ikut Wisuda S2 di Unissula

2026-01-12 05:14:48
Uya Kuya dan Gus Miftah Ikut Wisuda S2 di Unissula
- Uya Kuya dan Miftah Maulana Habiburrohman, yang juga dikenal sebagai Gus Miftah telah diwisuda di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah.Mereka menyandang gelar magister atau S2 pada prosesi wisuda ke 95 pada Sabtu .Gus Miftah yang meraih gelar Magister Pendidikan Agama Islam dan Surya Utama atau Uya Kuya yang meraih gelar Magsiter Ilmu Hukum.Prosesi yang diikuti 868 wisudawan tersebut di pimpin oleh Rektor Prof Dr Gunarto.Baca juga: Akademisi UGM: Pengungsian Bencana Rentan Kekerasan SeksualDalam sambutannya ia mengucapkan terimakasih atas kepercayaan para wisudawan yang telah memilih Unissula sebagai tempat menuntut ilmu.“Unissula adalah kampus unggul di tingkat nasional dan internasional. Menduduki peringkat 401 dunia. Menduduki peringkat 95 Asia. Menempati peringkat 4 Perguruan Tinggi Swasta terbaik nasional. Menempati peringkat 1 PTS di Jawa Tengah,” ungkapnya, dilansir dari laman Unissula, Minggu .Sebelum meraih gelar S2 di Magister Pendidikan Agama Islam Unissula Gus Miftah juga lulus sarjana di Prodi Pendidikan Agama Islam juga dari Unissula.Adapun gelar akademik lengkapnya Miftah Maulana Habiburrahman SPd MPd.Baca juga: Australia Buka Beasiswa Studi Singkat Pengelolaan Sampah, Cek SyaratnyaDalam studi akademiknya, Gus Miftah mengangkat tesis berjudul, “Relevansi Living Dakwah dalam Penguatan Pendidikan Wawasan Kebangsaan di Pesantren Ora Aji Yogyakarta”.Sebuah kajian yang menyoroti praktik dakwah kontekstual dan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter kebangsaan santri.Tesis ini menempatkan dakwah tidak semata sebagai aktivitas verbal, tetapi sebagai praktik sosial-keagamaan yang dihidupi dalam keseharian pesantren.Instagram @king_uyakuya Uya KuyaPenelitian tersebut berangkat dari realitas sosial pesantren sebagai ruang strategis pendidikan karakter dan moderasi beragama.Gus Miftah menegaskan bahwa dakwah yang membumi melalui keteladanan, interaksi sosial, dan pendekatan kultural, memiliki peran signifikan dalam menanamkan nilai cinta tanah air, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman di kalangan santri.Pendekatan ini dikenal sebagai living dakwah, yakni dakwah yang diwujudkan dalam tindakan nyata dan pengalaman hidup, bukan sekadar ceramah normatif.Baca juga: Binus Wisuda 7.096 Mahasiswa, 78 Persen Dapat Kerja Sebelum LulusSementara itu, Uya Kuya sebelum S2 di Unissula sudah meraih gelar Sarjana Ilmu Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia angkatan 1994.


(prf/ega)