JAKARTA, — PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 12 Desember 2025.Salah satu agenda utama rapat tersebut adalah meminta persetujuan pemegang saham atas rencana Pemisahan Sebagian Bisnis dan Aset Wholesale Fiber Connectivity (Tahap I).Rencana spin-off ini mendapat tanggapan positif dari sejumlah pengamat dan pemangku kepentingan industri telekomunikasi.Baca juga: Usai Spin-Off Aset Fiber, Infranexia Bakal IPO? Ini Penjelasan Bos Telkom (TLKM) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat penurunan laba bersih 10,69 persen pada kuartal III-2025. Meski begitu, perusahaan tetap fokus memperkuat bisnis digital dan infrastruktur jaringan.Langkah tersebut dipandang relevan dengan perkembangan global sektor telekomunikasi serta berpotensi memberikan dampak positif terhadap struktur pasar dan pengelolaan aset infrastruktur digital di Indonesia.Anggota Komisi VI DPR Nevi Zuairina mengatakan bahwa rencana pemisahan bisnis tersebut merupakan langkah progresif yang telah dirancang secara matang oleh Telkom.“Rencana pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity ke anak usaha, Telkom Infrastruktur Fiber (TIF), merupakan bagian dari strategi jangka panjang Telkom untuk melakukan transformasi dan optimalisasi aset,” ujar Nevi dalam keterangannya, Senin .Menurut Nevi, inisiatif ini bukan sekadar penyederhanaan struktur bisnis, tetapi sebuah langkah strategis untuk memfokuskan lini usaha dan memperjelas nilai tambah dari aset infrastruktur yang selama ini dikelola Telkom.Baca juga: Telkom (TLKM) Beberkan Progres Spin-Off Anak Usaha TIF, Target Rampung Penuh 2026Pemisahan tersebut juga dinilai selaras dengan tren global perusahaan telekomunikasi, yakni pemisahan entitas infrastruktur (InfraCo) dari penyedia layanan (ServiceCo).“Pemurnian bisnis seperti ini memungkinkan Telkom Group untuk meningkatkan efisiensi operasional dan agilitas dalam setiap unit bisnisnya. Wholesale fiber adalah bisnis infrastruktur yang modal-intensif dan memerlukan fokus pada utilisasi aset serta layanan wholesale netral,” jelasnya.
(prf/ega)
Spin-off Bisnis Fiber Telkom Dinilai Upaya Optimalisasi Aset Infrastruktur
2026-01-12 07:16:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:59
| 2026-01-12 07:50
| 2026-01-12 07:36
| 2026-01-12 07:06










































