JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto menekankan percepatan program hilirisasi di berbagai sektor strategis, mulai dari perikanan, pertanian, hingga energi dan sumber daya mineral, sebagai langkah konkret memperkuat kemandirian ekonomi nasional.Hal ini diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai rapat bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis .Rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono."Hari ini kami rapat sama Bapak Presiden, khususnya menyangkut dengan percepatan hilirisasi. Nah, hilirisasi ini baik di sektor perikanan, kemudian di sektor pertanian, dan di sektor energi dan mineral batubara," kata Bahlil, Kamis.Baca juga: Bahlil Klaim Pabrik Petrokimia di Cilegon Nilai Investasinya Terbesar di Asia TenggaraBahlil menjelaskan, rapat itu juga menindaklanjuti arahan Prabowo usai kunjungan kerja ke Cilegon meresmikan pabrik petrokimia Lotte Chemical Indonesia, dan hasil koordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia.Pemerintah, kata Bahlil, menargetkan penyelesaian 18 proyek hilirisasi yang memiliki nilai investasi hampir mencapai Rp 600 triliun.“Tadi kami sudah membicarakan setelah pulang dari Cilegon, arahan Bapak Presiden dari 18 proyek yang sudah selesai pra-FS (feasibility study), dan sudah dibicarakan dengan Danantara, tadi Pak Rosan juga, kita akan selesaikan di tahun ini untuk semuanya,” ujar Bahlil.Menurut Bahlil, seluruh proyek hilirisasi tersebut diharapkan mulai memasuki kegiatan lapangan pada 2026 mendatang.Baca juga: Bahlil Ungkap Prabowo Bakal Pertimbangkan Usulan Soeharto Jadi Pahlawan NasionalDengan begitu, proyek itu akan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional.Selain membahas proyek-proyek besar tersebut, rapat juga menyoroti kebutuhan energi nasional, khususnya terkait produksi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG impor.Bahlil mengungkapkan, saat ini konsumsi LPG Indonesia mencapai sekitar 1,2 juta ton per tahun dan diperkirakan meningkat hingga 10 juta ton pada 2026. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya mempercepat pembangunan industri energi dalam negeri.“Kita tahu bahwa tadi kita baru habis resmikan Cilegon, itu kita membutuhkan LPG kurang lebih sekitar 1,2 juta ton per tahun. Maka konsumsi kita nanti ke depan, di 2026, itu sudah mencapai hampir 10 juta ton LPG. Tidak bisa kita lama, kita harus segera membangun industri-industri dalam negeri,” ucap Bahlil.Baca juga: Bahlil: Partai Golkar Ajukan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional ke PrabowoLebih lanjut, Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mempercepat pembangunan kilang minyak nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.Salah satu proyek kilang direncanakan akan diresmikan pada 10 November 2025.“Selain itu kita akan membangun kilang minyak kita. Kita tahu bahwa 10 November besok kita akan resmikan, tapi sisanya yang lain akan berjalan,” pungkasnya.
(prf/ega)
Rapat Bareng Airlangga-Bahlil, Prabowo Perintahkan Percepat Hilirisasi
2026-01-12 16:43:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 17:04
| 2026-01-12 16:25
| 2026-01-12 15:18
| 2026-01-12 15:11










































