Tersengat Listrik, Tukang Pasang Baliho di Bali Tewas Terlempar dari Papan Iklan

2026-01-12 16:40:40
Tersengat Listrik, Tukang Pasang Baliho di Bali Tewas Terlempar dari Papan Iklan
DENPASAR, - Seorang tukang bongkar pasang baliho, Husein Agustinur (40), tewas tersenggat arus listrik di sebuah papan iklan di Jalan Sunset Road, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.Nasib tragis yang dialami korban itu terjadi usai mengukur luas baliho pada papan iklan yang hendak dibongkar, pada Selasa , sekitar pukul 17.30 Wita."Korban tewas terjatuh dari tiang Papan Iklan diduga akibat tersengat aliran listrik sesaat setelah mensurvei baliho," kata Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi, Rabu .Baca juga: BPBD: 5 dari 9 Daerah di Bali Terendam Banjir dalam 5 Hari Siklon 93SIa mengatakan korban merupakan pekerja borongan untuk membongkar baliho pada papan iklan tersebut.Setelah mengukur luas baliho, korban turun dari papan iklan mengunakan tangga.Namun, ketika menginjak pijakan ketiga tangga dari atas tiba-tiba terdengar suara ledakan.Saat bersamaan, salah satu saksi melihat korban jatuh dan terlempar ke atap pos satpam yang berada di bawah papan iklan tersebut."Melihat kejadian tersebut saksi (rekan kerja korban) langsung naik ke atas meja di samping bangunan pos satpam untuk memegang dan menolong korban dan sambil berteriak meminta tolong," katanya.Baca juga: Jukung Terbalik, 5 Orang Terombang-ambing di Perairan Nusa Dua Bali DievakuasiSelanjutnya, peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta dam pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Badung.Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan tewas dalam posisi telungkup di atas atap dak bangunan pos satpam.Kemudian, terdapat luka bakar dan lecet pada jari-jarinya akibat tersengat aliran listrik, bagian telinga kanan dan mulut korban mengeluarkan darah, dan dagu retak.Saat ini, jenazah korban telah dititipkan di ruang forensik RSUP Prof Ngoerah Denpasar untuk ditangani lebih lanjut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-01-12 15:15