ACEH TAMIANG, - Tiga pekan setelah banjir bandang melanda, kondisi kawasan permukiman dan akses jalan di Kota Lintang Atas, Kabupaten Aceh Tamiang, masih belum banyak berubah.Lumpur tebal dan genangan air masih menyelimuti jalan, kawasan pasar, hingga rumah-rumah warga.Pantauan Kompas.com, Kamis pagi, lumpur basah masih menutup hampir seluruh akses jalan di tengah permukiman.Genangan air terlihat bertahan di sejumlah titik, termasuk di dalam rumah warga yang tidak mengalami kerusakan bangunan.Baca juga: Teh Hangat di Gubuk Puing, Keramahan Warga Sekumur Aceh yang Tak Ikut Hanyut Terbawa Banjir"Iya beginilah enggak ada berubah. Kalaupun kami bisa bersihkan lumpur nih di dalam rumah, akses jalan keluar rumah balik lagi lumpur. Artinya, memang jadi enggak layak huni kan," ujar Nanda, warga Kota Lintang Atas, saat ditemui Kompas.com, Kamis.Rumah milik keluarga Nanda tampak dipenuhi lumpur.Perabotan rumah tangga rusak terlihat ditumpuk di depan rumah, bercampur dengan lumpur basah yang tak kunjung hilang.Akses jalan di kawasan permukiman itu juga masih sulit dilalui.Jalan selebar sekitar satu setengah meter dipenuhi lumpur basah dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter.Saat dilintasi, sepatu bot nyaris terbenam seluruhnya./Tria Sutrisna Warga Kota Lintang Atas, Aceh Tamiang berjalan di jalan permukiman yang masih diselimuti lumpur dan genangan, Kamis .Wilayah Kota Lintang memang dikenal sebagai kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang relatif sempit.Namun, pascabanjir, sebagian besar rumah warga terlihat kosong dan ditinggalkan penghuninya.Lumpur masih menempel di jalan, pekarangan, hingga ke bagian dalam rumah.Baca juga: Gubernur Mualem Ucapkan Terima Kasih Bantuan Kementan–Bapanas, Salah Satu Terbesar Diterima AcehSebagian besar warga, baik yang rumahnya rusak maupun yang masih berdiri, masih bertahan di tenda-tenda pengungsian yang berada di sekitar Jembatan Aceh Tamiang.Hingga tiga pekan pascabanjir, belum terlihat pengerahan alat berat untuk membersihkan lumpur di akses jalan permukiman maupun di dalam kawasan rumah warga.Menurut Nanda, warga kesulitan membersihkan lumpur basah yang tebal dan berat serta genangan air secara mandiri."Belum ada sama sekali sampai sekarang. Mungkin masih fokus di pusat Aceh Tamiang sana kali," jelas Nanda.
(prf/ega)
3 Pekan Pascabanjir, Warga Lintang Atas Aceh Tamiang Bergelut Lumpur: Tak Banyak Berubah
2026-01-13 01:15:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 00:29
| 2026-01-12 23:37
| 2026-01-12 23:28
| 2026-01-12 23:20
| 2026-01-12 22:58










































