Bobby Akui Pencarian Korban Bencana Terkendala Alat Berat yang Tak Bisa Masuk Daerah Terisolir

2026-01-12 08:57:02
Bobby Akui Pencarian Korban Bencana Terkendala Alat Berat yang Tak Bisa Masuk Daerah Terisolir
MEDAN, - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengakui percepatan pencarian korban hilang akibat bencana banjir dan tanah longsor di wilayahnya masih terkendala akses alat berat ke daerah terisolir.Bobby menjelaskan, hingga saat ini sejumlah alat berat belum dapat masuk ke lokasi terdampak, meski personel pencari sudah berada di lapangan.“Ya itu tadi ada daerah terisolir yang alat berat belum masuk tapi personel sudah. Tentunya personil tetap melakukan pencarian,” kata Bobby saat diwawancarai di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin .Menurut Bobby, keterbatasan peralatan berdampak langsung pada lamanya proses pencarian korban.Baca juga: Bobby Nasution: Kerugian Bencana di Sumut Sudah Lebih Rp 17 Triliun“Tapi kan keterbatasan ada. Misalnya kalau personel aja, butuh lima hari. Tapi kalau alat berat masuk, mungkin hanya butuh waktu dua hari,” tambahnya.Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tengah berupaya membuka akses menuju wilayah terisolir agar alat berat bisa masuk membantu proses evakuasi.“Ini kemarin dari pemerintah pusat ada tujuh alat berat tambahan. Masih dikirim ke Tapteng karena di sana tinggal yang terisolir,” ucap Bobby.Selain persoalan pencarian korban, Bobby menyebut kebutuhan warga terdampak bencana juga mulai bervariasi seiring berjalannya waktu.Pada awal bencana, kebutuhan utama warga relatif seragam, yakni percepatan penyaluran logistik. Namun kini, kebutuhan mulai berbeda di setiap daerah.“Ada yang butuh percepatan pembukaan akses seperti di Taput dan Tapsel. Ada yang membutuhkan air bersih karena mungkin daerahnya sudah tidak terdampak lagi tapi akses air bersihnya tidak ada. Nah, ini perlu kita supply,” ujar Bobby.Ia menambahkan, sejumlah daerah juga membutuhkan perbaikan infrastruktur secara cepat agar dampak bencana tidak semakin meluas.“Berikutnya perbaikan secara cepat seperti di Langkat itu tanggulnya kalau tidak diperbaiki dalam waktu dekat airnya masuk terus jadi daerah terdampak bencana. Jadi ini yang harus kita lakukan,” sambungnya.Sebelumnya diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara merilis data terbaru korban banjir dan longsor di wilayah tersebut.Berdasarkan data per Minggu pukul 17.00, total korban meninggal dunia mencapai 355 orang.“Korban meninggal 355 jiwa, 84 hilang, terluka 2.285 jiwa, dan 30.266 mengungsi,” ujar Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut Porman Mahulae, menguraikan data dari BPBD Sumut.Wilayah terdampak terparah berada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan 122 orang meninggal, 50 orang hilang, dan 26 orang luka-luka.Sementara di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), tercatat 86 orang meninggal, 30 orang hilang, dan 2.189 orang luka-luka. Di Kota Sibolga, korban meninggal mencapai 54 orang, 1 orang hilang, dan 61 orang terluka.


(prf/ega)