WASHINGTON DC, – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan belum berniat untuk mengikuti langkah sekutunya, Israel, yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka.Trump menegaskan keputusan tersebut masih akan dikaji lebih lanjut, meskipun Israel telah menjadi negara pertama yang memberikan pengakuan diplomatik kepada wilayah yang memisahkan diri dari Somalia itu.Sikap Trump muncul menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada awal pekan ini.Baca juga: Musuh Israel Bertambah, Al Shabaab Siap Perang Usai Netanyahu Akui SomalilandDalam pertemuan tersebut, isu Jalur Gaza disebut akan menjadi prioritas utama pembahasan.Dalam wawancara telepon dengan New York Post pada Jumat , Trump menegaskan bahwa dirinya belum akan mengambil keputusan terkait pengakuan Somaliland.“Semua masih dalam kajian. Kami akan mempelajarinya. Saya mempelajari banyak hal dan selalu membuat keputusan besar, dan keputusan itu terbukti benar,” kata Trump.Trump juga mempertanyakan sejauh mana pemahaman publik mengenai wilayah tersebut.“Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?” ujarnya.Saat ditanya mengenai proposal Somaliland yang menawarkan akses pelabuhan bagi Amerika Serikat di Teluk Aden—wilayah yang memiliki arti strategis penting—Trump merespons dengan nada meremehkan.“Bukan hal yang istimewa,” ucap Trump.Trump menegaskan bahwa dirinya tidak terpengaruh oleh tawaran tersebut. Ia menyatakan bahwa pembicaraan dengan Netanyahu yang dijadwalkan berlangsung pada Senin akan lebih difokuskan pada isu Jalur Gaza, terutama gencatan senjata yang ia mediasi pada Oktober serta proses rekonstruksi yang berjalan di bawah kerangka kerja yang disetujui Perserikatan Bangsa-Bangsa.Israel secara resmi menjadi negara pertama yang mengakui pemisahan Somaliland dari Somalia.Keputusan tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat , bersama Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar dan Presiden Republik Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi.Israel dan Somaliland menandatangani deklarasi bersama yang disebut dilakukan “dalam semangat Abraham Accords”, kesepakatan normalisasi hubungan yang sebelumnya dimediasi oleh Trump.Baca juga: 3 Alasan Israel Akui Somaliland, Siasat untuk Relokasi Gaza?Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar mengatakan hubungan antara kedua pihak telah berkembang melalui dialog yang intensif dan berkelanjutan.
(prf/ega)
Tak Ikuti Jejak Sahabat, Trump Belum Mau Akui Somaliland
2026-01-12 05:37:00
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:21
| 2026-01-12 04:58
| 2026-01-12 04:25
| 2026-01-12 03:48
| 2026-01-12 03:07










































