1 Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih di ICU, Begini Kondisinya

2026-02-03 13:16:37
1 Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih di ICU, Begini Kondisinya
Sejumlah korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih dirawat di RS Islam Cempaka Putih. Satu orang di antaranya masih dirawat intensif di ruang ICU."Saat ini di ruangan ICU ada 1 orang, di ruangan HCU 1 orang," ujar Direktur Utama RS Islam Cempaka Putih Pradono Hangdojo kepada wartawan setelah mendampingi Mensos Saifullah Yusuf temui korban di lokasi, Minggu .Dia menerangkan, kedua orang yang mendapat perawatan intensif itu terus dipantau secara berkala. Dia berharap kondisinya segera membaik."Yang di HCU dan ICU kondisinya tanda-tanda vitalnya stabil. Namun masih belum bisa dikatakan baik untuk memungkingkan dipindahkan ke ruang rawat inap. Tim kami dokter spesialis monitoring terus 24 jam, termasuk saya juga tadi pagi untuk melihat perkembangannya," ucapnya. Selain itu, masih ada belasan korban ledakan yang mendapat perawatan. Di antaranya ada yang sudah bisa pulang hari ini."Yang dilakukan perawatan inap yang tadi dikunjungi oleh Bapak Mensos dan Ibu KPAI itu ada 11 anak, dan alhamdulillah dikabarkan bahwa nanti sore sudah bisa pulang satu," katanya.Pradono menjelaskan, semua pasien yang dirawat dalam kondisi stabil saat ini. Dia berharap para korban segera membaik dan pulang."Secara umum kondisinya semuanya membaik secara berangsur-angsur. Kami mohon dukungan dari semua elemen bangsa untuk mendoakan agar anak-anak dapat segera kembali ke rumah dan dapat kembali ke sekolah," harap dia.Diberitakan sebelumnya, peristiwa ledakan itu terjadi pada Jumat saat khotbah salat Jumat. Diketahui, ada 96 orang menjadi korban ledakan, dengan 29 orang di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.Simak juga Video 'Makin Marak Terjadi, Psikolog Dorong Program Anti-bullying Dimasifkan':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-03 12:03