Dari Nigeria hingga Australia, Benarkah Bayang-bayang ISIS Kembali Muncul?

2026-01-12 18:01:54
Dari Nigeria hingga Australia, Benarkah Bayang-bayang ISIS Kembali Muncul?
- Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap para milisi yang terkait dengan kelompok Negara Islam (ISIS) di Nigeria barat laut, pada Kamis 25 Desember 2025.Kamp-kamp yang dikelola oleh kelompok tersebut dihantam di dekat perbatasan dengan Niger, kata militer AS. Jumlah korban jiwa belum jelas, tetapi baik pejabat AS maupun Nigeria mengatakan bahwa sejumlah milisi telah tewas.Presiden AS, Donald Trump, mengatakan serangan pada Hari Natal itu mematikan dan menyebut kelompok tersebut "sampah teroris". Trump juga mengklaim kelompok milisi itu telah menargetkan dan membunuh secara kejam.Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan dirinya bersyukur atas dukungan dan kerja sama pemerintah Nigeria.Pentagon kemudian mengunggah video singkat yang menunjukkan rudal diluncurkan dari sebuah kapal.Baca juga: Trump Bombardir ISIS di Nigeria, Kerahkan Kapal PerangMenteri Luar Negeri Nigeria, Yusuf Maitama Tuggar, mengatakan kepada BBC bahwa serangan itu adalah "operasi gabungan" dan tidak ada hubungannya dengan agama tertentu.Tuggar mengatakan serangan itu telah direncanakan untuk beberapa waktu menggunakan intelijen yang diberikan oleh Nigeria.Merujuk pada waktu serangan yang terjadi pada Kamis malam, Tuggar menegaskan mengatakan serangan itu tidak ada hubungannya dengan Natal.Serangan terhadap kelompok yang berafiliasi dengan ISIS di Nigeria berlangsung kurang dari dua pekan setelah penembakan di Pantai Bondi, Australia, pada 14 Desember lalu.Dalam kejadian yang menewaskan 15 orang itu, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengklaim para pelakunya tampak dimotivasi oleh ideologi Negara Islam (ISIS). Kepolisian Australia menemukan bendera ISIS serta bom rakitan di dalam kendaraan di tempat kejadian perkara.Baca juga: Turkiye Gagalkan Teror Natal, 115 Anggota ISIS Diringkus di IstanbulSeorang ayah dan anak telah diidentifikasi sebagai tersangka penyerang. Polisi menembak mati sang ayah, sedangkan sang anak telah didakwa dengan 15 tuduhan pembunuhan.ISIS mengomentari serangan itu melalui surat kabar mingguan mereka, al-Naba. Kelompok tersebut menggunakan bahasa yang menunjukkan bahwa mereka mengklaim telah menginspirasi aksi kekerasan melalui pesan daring, tapi tidak secara langsung merencanakannya.Serangan di Sydney merupakan pengingat bahwa ISIS belum menyerah untuk mencoba mengatur atau menginspirasi serangan terhadap negara-negara Barat—walau pengaruhnya sangat berkurang sejak 2017, ketika basis kekhalifahan mereka di Suriah dan Irak runtuh."Kita tidak bisa berbicara tentang kembalinya sesuatu yang sebenarnya tidak pernah hilang," kata Mina al-Lami, seorang ahli jihadisme di BBC Monitoring.Dia memperingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru melabeli serangan-serangan tersebut sebagai operasi ISIS, karena hal itu berisiko memperkuat propaganda kelompok tersebut alih-alih mencerminkan kemampuan mereka sebenarnya.Baca juga: Operasi Hawkeye Strike, Jet F-15 dan A-10 AS Hancurkan Markas ISIS di SuriahAFP/DAVID GRAY Orang-orang berkumpul di lokasi di luar Paviliun Bondi, tempat bunga diletakkan untuk mengenang para korban penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Senin . Pada puncak kejayaannya, ISIS menguasai wilayah yang luas di Suriah dan Irak. Kelompok itu menampilkan diri sebagai negara yang berfungsi melalui sistem perpajakan, pendidikan, penegakan hukum agama, dan perawatan kesehatan.Namun, teritori mereka diambil alih pada 2019 oleh koalisi pimpinan AS yang terdiri dari lebih dari 70 negara.Al-Lami mengatakan daya tarik kelompok tersebut makin melemah karena kehilangan pendirinya, Abu Bakr al-Baghdadi, yang bunuh diri saat serangan AS pada 2019. Sejak itu, tidak satu pun pemimpinnya yang memiliki identitas atau profil publik yang diakui.Menurut Dewan Keamanan PBB, saat ini terdapat hingga 3.000 anggota ISIS di Suriah dan Irak.Padahal, puluhan ribu milisi asing pernah berbondong-bondong bergabung dengan kelompok tersebut setelah mendeklarasikan pembentukan kekhalifahan pada 2014.Baca juga: Suriah Bunuh Pemimpin Sel ISIS yang Berada di Balik Penyerangan Pasukan ASAl-Lami mengatakan tanda lain dari melemahnya kekuatan ISIS adalah skala serangannya.


(prf/ega)