Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

2026-01-12 17:05:41
Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Usai The Fed Pangkas Suku Bunga
JAKARTA, - Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan Kamis , seiring pelemahan indeks dollar setelah The Fed menurunkan suku bunga. Mata uang garuda berada di level Rp 16.675 per dollar AS, menguat 0,06 persen. Penguatan rupiah sejalan dengan mata uang Asia lain yang juga berada di zona hijau, seperti peso Filipina 0,38 persen, ringgit Malaysia 0,30 persen, baht Thailand 0,20 persen, yuan China 0,13 persen, dan yen Jepang 0,02 persen. Adapun sejumlah mata uang regional yang melemah, dengan rupee India memimpin pelemahan 0,48 persen, disusul dollar Taiwan 0,23 persen, won Korea Selatan 0,15 persen, dan dollar Singapura 0,12 persen. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Baca juga: The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan, Rupiah Pagi Naik Tipis Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dollar AS, setelah The Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,50-3,75 persen pada Rabu waktu AS. Ini merupakan pemangkasan ketiga sepanjang tahun ini setelah September dan Oktober lalu. Suku bunga saat ini adalah yang terendah sejak September 2022 atau lebih dari tiga tahun terakhir. “Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dollar AS yang melemah setelah dalam pertemuan FOMC memangkas suku bunga sebesar 25 bps,” ujar Lukman kepada Kompas.com. Baca juga: Rupiah Pagi Masih Lesu, Pasar Tunggu data BI dan The Fed Meski prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada 2026 turun menjadi hanya satu kali, investor tetap menaruh harapan perubahan kebijakan lebih lanjut setelah Kepala The Fed digantikan oleh figur pilihan Presiden Trump tahun depan. Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 16.600- Rp 16.700 per dollar AS. “Walau prospek pemangkasan suku bunga 2026 menurun menjadi hanya 1 kali, namun investor menaruh harapan bahwa hal ini bisa berubah seiring pergantian kepala “The Fed tahun depan dengan orang pilihan Trump. Range Rp 16.600- Rp 16.700,” paparnya.


(prf/ega)