Banjir Aceh Utara, PMI: Banyak Jenazah Belum Diangkat, Butuh Makanan dan Pakaian

2026-01-13 06:52:14
Banjir Aceh Utara, PMI: Banyak Jenazah Belum Diangkat, Butuh Makanan dan Pakaian
ACEH TIMUR, – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menyatakan masih banyak jenazah korban banjir yang belum ditemukan di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.Selain itu, kendala utama ialah berupa kelangkaan bahan bakar minyak, listrik padam, dan keterbatasan peralatan membuat tim relawan tidak bisa masuk ke sejumlah titik lokasi banjir.“Masih banyak mayat yang belum bisa diangkat. Kami meyakini mayat korban banjir di Kecamatan Baktiya dan Langkahan. Sekarang tim relawan mencoba menerobos ke lokasi," ucap Ketua PMI Aceh Utara, Tantawi, kepada Kompas.com.Saat ini, tim gabungan sebagian sudah bisa menjangkau Langkahan.Baca juga: Pilu Warga Aceh Tengah karena Banjir dan Longsor: Listrik Mati, Sembako Sulit dan Mahal"Sebagian jenazah sudah ditemukan, kami meyakini masih banyak lainnya. Karena itu, banjir ini bukan soal daerah lagi, butuh dukungan seluruh masyarakat Indonesia," ucapnya.Dia menyebutkan saat ini warga di Langkahan tidak memiliki tempat tinggal sehingga dibutuhkan tenda darurat untuk sementara."Butuh obat, bahan makanan, pakaian, dan terpal. Untuk anak-anak dan kaum ibu sangat membutuhkan," katanya.Saat ini, operasi PMI berada di dua zona, yaitu timur dan barat Kabupaten Aceh Utara."Kami bagi dua zona, yaitu di Kecamatan Muara Batu, Sawang sektor timur Aceh Utara, dan Kecamatan Baktiya, serta Langkahan Aceh Utara," tuturnya.Baca juga: Polda Bengkulu Salurkan 2 Ton Beras-Logistik ke Sumbar, Sumut, dan AcehPMI Aceh Utara saat ini membuka posko induk di Gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Aceh Utara di Samping Terminal Kota Lhokseumawe."Kami himpun relawan luar Aceh dan bantuan di UDD PMI. Kami salurkan sama-sama, ini butuh dukungan semua pihak. Berhenti menyalahkan pemerintah," tuturnya.Banjir merendam 18 kabupaten/kota di Aceh, mengakibatkan ratusan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur lainnya.Hingga kini, sejumlah titik belum bisa diakses.


(prf/ega)