Lahan Kosong Tempat Pengacara Dikeroyok dan Ditembak di Tanah Abang Dipasangi Garis Polisi

2026-02-03 18:44:37
Lahan Kosong Tempat Pengacara Dikeroyok dan Ditembak di Tanah Abang Dipasangi Garis Polisi
JAKARTA, – Di tengah deretan gedung tinggi dan padatnya arus kendaraan di kawasan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terselip sebidang lahan kosong berpagar biru yang kini menjadi perhatian publik.Lahan itu menjadi lokasi pengeroyokan dan penembakan terhadap seorang pengacara berinisial WA (34) pada Selasa pagi.Pantauan Kompas.com di lokasi pada Rabu , area tersebut tertutup rapat oleh pagar besi berwarna biru setinggi sekitar tiga meter.Baca juga: Motif Pria Tembak Pengacara di Tanah Abang Terungkap, Dipicu Penjagaan LahanPagar itu membentang sekitar 200 meter dari pintu masuk mobil Gedung Greenwood hingga ke arah halte bus di depan pintu pejalan kaki kompleks tersebut.Di sisi kanan area tampak posko penjagaan semi permanen dengan pita kuning bertuliskan “Police Line” yang masih terpasang di sejumlah titik.Dari celah sempit pintu pagar, terlihat dua bangunan sederhana, yaitu satu berupa tenda terpal putih-biru dan satu lagi bangunan berdinding bata beratap seng.Di bawah tenda, terdapat meja kecil berwarna biru kehijauan dengan beberapa botol dan cangkir—menandakan tempat itu kerap digunakan untuk beristirahat oleh penjaga lahan.Sekitar lokasi tampak berserakan sampah plastik, kardus, dan botol bekas.Yang mencolok, di dekat pagar berdiri papan pengumuman besar bertuliskan, “TANAH MILIK AHLI WARIS NYAI JASIENTA (ALM) berdasarkan Verponding No. 4926.”Papan tersebut juga mencantumkan luas lahan 9.400 meter persegi yang dipagar keliling serta menyebutkan bahwa tanah kosong seluas 19.140 meter persegi berada di bawah penguasaan PT Greenwood Sejahtera.Baca juga: Polisi Tangkap Pria yang Tembak Pengacara di Tanah AbangTercantum pula nama kantor hukum Rechmon Tupamahu & Partners sebagai pihak pengawas, serta larangan masuk tanpa izin berdasarkan Pasal 167 Jo 385 Jo 389 KUHP.Menurut Petro (38), pemilik warung di dekat pintu masuk mobil Gedung Greenwood, lahan tersebut sudah lama dipagari dan tidak pernah digunakan secara aktif.“Tanah itu sudah dari sekitar 2010 dipagar. Jadi antara lokasi perusahaan sama tanah kosong itu beda. Sudah dipagerin dari dalamnya,” ujar Petro saat ditemui Kompas.com, Rabu.Ia menuturkan, sehari sebelum kejadian suasana di sekitar lokasi masih sepi. Namun, pada Selasa pagi, area itu mendadak ramai oleh kerumunan dan suara gaduh.“Katanya sih sekitar 40 orang ditangkap dibawa ke Polres Jakarta Pusat. Ahli waris tanah itu lagi jaga tanahnya, terus diserang orang lain. Yang ditembak katanya pengacaranya,” jelas Petro.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-03 17:39