Mobil Berstiker BGN Terobos Gerbang SD Cilincing yang Ditutup Sebelum Tabrak Siswa

2026-01-14 13:27:58
Mobil Berstiker BGN Terobos Gerbang SD Cilincing yang Ditutup Sebelum Tabrak Siswa
JAKARTA, - Sebuah mobil berstiker Badan Gizi Nasional (BGN) menerobos gerbang SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara yang dalam kondisi tertutup pada Kamis pagi.Kendaraan itu langsung masuk ke area lapangan dan menabrak para siswa yang sedang mengikuti kegiatan literasi membaca.Sebanyak 20 orang terluka akibat insiden tersebut, terdiri dari 19 siswa dan satu guru. Polisi telah mengamankan sopir dan mulai menyelidiki penyebab kendaraan bisa masuk ke dalam sekolah.Baca juga: Mobil Tabrak SD Negeri di Cilincing, Puluhan Siswa TerlukaMenurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, kejadian terjadi ketika para siswa sedang duduk di lapangan untuk mengikuti kegiatan literasi pagi.Ia menjelaskan bahwa kendaraan tiba-tiba masuk dari arah gerbang dan langsung mengarah ke kerumunan siswa.“Kegiatannya literasi membaca tadi. Jadi siswa-siswi sedang duduk di bawah semua. Wakil Kepala Sekolah pun sedang jalan ke depan, melihat di pagar. Dan ternyata tiba-tiba mobil masuk menabrak pagar dan langsung mengarah ke para siswa,” tutur Asep, Kamis .Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah, Turah, menegaskan bahwa pagar sekolah pada saat kejadian dalam kondisi tertutup.“Iya, kalau sudah mulai 06:30 kita tutup,” kata Turah.Baca juga: Mobil Berstiker BGN Tabrak SD di Cilincing, 18 Siswa dan 1 Guru LukaAsep menyampaikan bahwa total korban mencapai 20 orang yang seluruhnya telah dibawa ke dua rumah sakit berbeda.“Perlu disampaikan juga bahwa untuk korban saat ini berjumlah 20 orang, yang mana ada satu orang guru dan juga 19 siswa. Yang sudah dibawa ke rumah sakit, rumah sakit Koja dan rumah sakit Cilincing. Untuk rumah sakit Koja sendiri ada berjumlah sekitar lima orang, satu guru dan empat siswa. Dan untuk 15 siswa lainnya ada di rumah sakit Cilincing,” tutur Asep.Mengenai kondisi luka dan apakah ada korban meninggal, Asep menegaskan tidak ada korban jiwa.“Kalau untuk yang meninggal dunia tidak ada. Kita doakan tidak ada, kita doakan semuanya cepat sehat ya. Untuk yang luka berat ada lima orang dibawa ke Rumah Sakit Koja. Kalau untuk yang luka ringan itu ada di Rumah Sakit Cilincing,” kata Asep.Baca juga: Tangis Pramono Pecah Saat Jenguk Siswa SD yang Ditabrak Mobil Berstiker BGNSementara itu, polisi telah mengamankan sopir mobil berstiker BGN tersebut untuk dimintai keterangan.“Sopirnya sudah kita amankan di Polres Jakarta Utara. Kita akan melakukan pemeriksaan ya. Kita akan melakukan pemeriksaan,” ujar Asep.Terkait dugaan kelalaian pengemudi maupun kesalahan injak pedal seperti yang beredar di media sosial, Kapolda menegaskan penyelidikan masih berlangsung.“Saya belum bisa menyimpulkan ini ya. Karena ini bukan di jalan raya. Jadi saya turunkan Ditreskrimum ya, dan juga Ditlantas untuk mendalami kejadian tersebut. Nanti hasilnya kita akan sampaikan ke rekan-rekan semuanya,” ujar Asep.Baca juga: Polisi Tangkap Bos Terra Drone Michael Wishnu WardanaPenyelidikan polisi kini difokuskan pada rekonstruksi awal untuk mengetahui bagaimana mobil bisa menerobos pagar yang tertutup dan menabrak puluhan siswa yang sedang duduk di lapangan.Pemeriksaan sopir serta kondisi kendaraan diharapkan dapat memberi gambaran jelas penyebab insiden yang melukai puluhan anak di SDN Kalibaru 01 tersebut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-14 12:31