TPA Suwung Bali Ditutup 23 Desember 2025, Ini Alasannya

2026-01-14 20:30:13
TPA Suwung Bali Ditutup 23 Desember 2025, Ini Alasannya
- Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Suwung di Bali akan ditutup mulai Selasa secara total. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernor Bali, Wayang Koster kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. "TPA Suwung harus ditutup paling lambat tanggal 23 Desember 2025, Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung dilarang membawa sampah ke TPA Suwung," ucap Wayan Koster, dilansir dari Antara, Senin .Baca juga: Koster menjelaskan alasan penutupan total TPA Suwung. Lokasi pembuangan sampah tersebut telah menimbulkan dampak lingkungan serius dan membuat warga sekitar tidak nyaman.Menteri Lingkungan Hidup kemudian melakukan proses penyelidikan kepada DKLH (Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup) Bali, DLHK Denpasar, dan DLHK Badung.Ketiga instansi tersebut dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah.Pelanggaran tersebut seharusnya dikenakan sanksi pidana. Namun, Koster disebut memohon kepada Menteri Lingkungan Hidup agar tidak melakukan proses hukum pidana. Ia meminta agar sanksi yang diberikan hanya berupa sanksi administrasi.Komitmen bersama pun dibuat. Salah satu komitmen itu adalah menutup total TPA Suwung mulai Desember 2025. Komitmen ini dilakukan bersama Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung.Permohonan tersebut kemudian diterima. Menteri Lingkungan Hidup mengeluarkan Keputusan Nomor 921 Tahun 2025 tentang Penerapan Sanksi Administrasi Berupa Paksaan Pemerintah Penghentian Pengelolaan Sampah Sistem Pembuangan Terbuka/Open Dumping Pada TPA Regional Sarbagita Suwung.Dalam keputusan itu disebutkan bahwa pengelolaan sampah dengan sistem pembuangan terbuka harus dihentikan paling lama 180 hari sejak 23 Mei 2025. Batas waktu itu jatuh pada 23 Desember 2025.Baca juga: /Ni Nyoman Wira Puncak TPA Suwung Bali dilihat dari area mangrove di Serangan, Jumat .Koster meminta Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung segera menyiapkan pengelolaan sampah di luar TPA Suwung.Menurutnya, pengelolaan bisa dilakukan dengan mengoptimalkan teba modern, TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle), TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu), penggunaan mesin pencacah, serta dekomposer untuk mempercepat proses pengomposan di tingkat rumah tangga."Agar dapat menggunakan model pengelolaan sampah ini, maka harus dilakukan pemilahan sampah organik dan bukan organik di tingkat rumah tangga," kata Koster.Ia juga mengarahkan agar daerah mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber mulai dari rumah tangga sampai tingkat desa, kelurahan, dan desa adat. Ia meminta pemerintah daerah menyiapkan pola terbaik untuk bekerja sama dengan pihak lain agar pengelolaan sampah berjalan maksimal."Segera lakukan sosialisasi kepada warga agar menyiapkan pengelolaan sampah secara mandiri atau bersama-sama dalam kelompok dengan pemilahan sampah organik dan bukan organik di tingkat rumah tangga," jelas Koster."Segera lakukan koordinasi teknis menyusun SOP (prosedur operasional standar) yang melibatkan DKLH Bali, DLHK Denpasar, dan DLHK Badung," sambung dia.Baca juga:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-01-14 18:37