– Renovasi pilar bergaya Candi Bentar di area luar Gedung Sate memantik pro dan kontra di masyarakat.Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyebut pekerjaan tersebut penting untuk memperkuat struktur sekaligus menegaskan identitas budaya.Namun, di sisi lain, sejumlah warga mempertanyakan urgensi penataan ulang yang menelan anggaran Rp 3,9 miliar itu di tengah upaya efisiensi. Berikut tujuh faktanya.Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai melakukan perombakan pada pilar di area luar Gedung Sate, Kota Bandung.Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, mengatakan proyek tersebut bukan rencana baru, melainkan bagian dari peninjauan ulang yang seharusnya dilakukan sejak lama."Memang ini kan sudah lama ya, pagar dan sarana personal lainnya yang melingkari ini sudah lama tidak ditinjau ulang dan sudah lama tidak direnovasi. Ini sekalian kami renovasi karena kemarin-kemarin kan juga ada aktivitas-aktivitas masyarakat, ada unjuk rasa, dan lain-lain," ujarnya saat ditemui di Gedung Sate, Kamis .Baca juga: Jalan Antar-kampung Ambles 17 Meter di Bantul, Polisi Pasang Garis Larangan MelintasAdi menjelaskan bahwa renovasi dilakukan untuk memperkuat area luar Gedung Sate agar tetap aman sekaligus menjaga nilai budaya bangunan bersejarah tersebut."Kami ingin memperkokoh lagi area sekitar Gedung Sate, terutama di bagian luar. Ya, itu salah satunya. Selanjutnya juga kami ingin tetap mempertahankan ikon Jawa Barat ini. Gedung Sate ini, selain sebagai kantor, tetapi juga sebagai ikon khas budaya Jawa Barat," tuturnya.Pilar yang sedang dibangun menerapkan konsep arsitektur Candi Bentar. Menurut Adi, desain itu dipilih karena menjadi bagian dari tradisi arsitektur keraton di Jawa Barat."Jadi, pilar ini konsepnya bentuknya Candi Bentar. Jadi, ini banyak digunakan, saat ini masih digunakan di keraton-keraton yang ada di Jawa Barat. Jadi, ini khas Jawa Barat," katanya.Ia menambahkan bahwa desain tersebut menjadi elemen penting untuk menonjolkan kembali karakter budaya di lingkungan Gedung Sate."Terutama yang ini, ada pilar-pilar ini yang memang tadi menunjukkan lebih ke bagaimana memunculkan ikon budaya Jawa Barat di lingkungan Gedung Sate," jelasnya.Renovasi pilar di sisi barat dan timur Gedung Sate menghabiskan dana sebesar Rp 3,9 miliar. Anggaran tersebut telah masuk dalam APBD Perubahan dan disahkan sesuai perencanaan.Baca juga: Alasan Dedi Mulyadi Renovasi Sekitar Gedung Sate: Lingkungannya Harus Punya Chemistry dengan Bangunan Ikoniknya"Sesuai dengan yang direncanakan, yang ditetapkan dalam APBD Perubahan, yaitu Rp 3,9 miliar," ujar Adi.Meski tengah melakukan efisiensi anggaran, Pemprov Jabar memastikan bahwa proyek ini tidak mengganggu layanan publik karena sudah dijadwalkan dalam APBD Perubahan.
(prf/ega)
7 Fakta Pro Kontra Renovasi Gedung Sate Bergaya Candi Bentar Senilai Rp 3,9 Miliar
2026-01-12 07:30:07
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:33
| 2026-01-12 06:58
| 2026-01-12 06:06
| 2026-01-12 05:13
| 2026-01-12 05:06










































