Kolombia Sita 14 Ton Kokain, Terbesar dalam 1 Dekade Terakhir

2026-02-05 03:01:30
Kolombia Sita 14 Ton Kokain, Terbesar dalam 1 Dekade Terakhir
Kolombia mengumumkan penyitaan kokain seberat 14 ton di pelabuhan Pasifik utamanya. Ini mencetak rekor sebagai penyitaan kokain terbesar dalam satu dekade terakhir di wilayah tersebut.Penyitaan kokain ini diumumkan di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat (AS), yang mengkritik kebijakan antinarkoba di Kolombia -- yang dicap sebagai negara penghasil kokain terbesar di dunia -- tidak cukup keras.Gedung Putih telah mengancam Presiden Gustavo Petro dengan sanksi finansial dan penghapusan Bogota dari daftar sekutu dalam perang melawan narkoba.Kementerian Pertahanan Kolombia, seperti dilansir AFP, Jumat (22/11/2025), mengumumkan bahwa kokain yang disita itu disimpan dalam puluhan karung, masing-masing seberat 50 kilogram, di dalam sebuah gudang di area pelabuhan.Kokain itu, sebut Kementerian Pertahanan Kolombia dalam pernyataan via media sosial X, "disamarkan" dalam campuran plester."Itu merupakan penyitaan terbesar oleh Kepolisian Kolombia dalam satu dekade terakhir," kata Presiden Petro, yang masa jabatannya akan berakhir dalam sembilan bulan ke depan.Presiden Petro menambahkan bahwa operasi penyitaan narkoba itu dilakukan "tanpa satu pun kematian". Operasi itu dilakukan di pelabuhan barat daya Buenaventura, yang merupakan titik keberangkatan strategis untuk kokain produksi Kolombia. Presiden Petro secara terang-terangan mengkritik strategi antinarkoba Presiden AS Donald Trump dan menolak pengeboman yang diizinkan oleh sang Presiden AS terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia dan Pasifik itu sebagai "eksekusi mati di luar hukum".Kolombia secara rutin memecahkan rekor tahunannya untuk budidaya daun koka dan produksi kokain bubuk.Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tahun 2023, Kolombia memiliki sekitar 253.000 hektare lahan budidaya narkoba dan menghasilkan setidaknya 2.600 ton kokain secara ilegal.Presiden Petro menganggap sanksi Trump tidak adil, dan mengklaim bahwa penyitaan narkoba yang memecahkan rekor telah dilakukan di bawah pemerintahannya.Lihat juga Video: Polda Bali Gagalkan Penyelundupan Kokain, 1 WN Australia Ditangkap[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-05 02:47