– Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschaap/CV) Sorajati Dharma Biru dengan jenama furnitur Sorajati mengakhiri 2025 dengan capaian manis.Setelah selama ini berkiprah sebagai pemasok lokal, Sorajati berhasil mencatatkan ekspor perdananya senilai 80.500 dollar Amerika Serikat (AS) melalui pengiriman dua kontainer.Pelepasan ekspor perdana tersebut dilaksanakan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu .Bagi Sorajati, ekspor perdana ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepercayaan diri sebagai pelaku usaha, sekaligus pengakuan atas eksistensi perusahaan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag), serta membuka peluang menembus pasar global yang lebih luas.“Ekspor perdana ini sungguh bermakna bagi Sorajati, seperti suntikan kepercayaan diri. Kami yang sebelumnya hanya menjadi pemasok lokal kini mulai mengekspor. Kami berharap, ini menjadi awal yang baik untuk proses ekspor yang berkesinambungan,” ujar Direktur Utama CV Sorajati Dharma Biru, Yosef Boyke Dharma, seperti dikutip dari laman kemendag.go.id, Kamis .Tujuan ekspor Sorajati adalah Bora-Bora, Polinesia Prancis. Menariknya, pasar tersebut bukan dituju secara khusus oleh Sorajati, melainkan berawal dari kunjungan pembeli atau buyer langsung ke pabrik.Baca juga: Kemendag Sebut Harbolnas 12.12 Perkuat Ekosistem UMKM di Tengah Pertumbuhan Ekonomi DigitalPembeli tertarik dengan kelengkapan mesin produksi Sorajati yang dinilai memadai untuk mendukung proyek yang ditawarkan. Produk yang diekspor berupa furnitur hotel, seperti meja rias (dressing table), sandaran kasur (headboard), rak koper (luggage rack), dan minibar.Bahan baku yang digunakan meliputi kayu lapis tahan air (marine plywood) dan kayu jati. Seluruh proses produksi dikerjakan menggunakan mesin, termasuk teknologi computer numerical control (CNC) untuk mencantumkan logo klien pada setiap produk furnitur.Yosef mengakui, menembus ekspor perdana bukan perkara mudah dan membutuhkan perjuangan yang tidak ringan.“Tantangan pasti ada, tetapi kami tidak gentar. Karena ini ekspor pertama, kami mempelajari semuanya dari nol, mulai dari kontrak penjualan, dokumen pendukung kontainer, hingga proses negosiasi dengan buyer,” jelasnya.Sepanjang Desember 2025, total nilai ekspor furnitur Sorajati tercatat mencapai 334.500 dollar AS atau setara Rp 5,1 miliar.Nilai tersebut berasal dari kontrak dagang yang sama dengan pembeli di Bora-Bora dan menunjukkan pertumbuhan signifikan produk furnitur Indonesia di pasar internasional.Baca juga: Harga Minyakita di Pasar Melebihi Harga Eceran Tertinggi, Kemendag Salahkan PengecerYosef menuturkan, keberhasilan ekspor tersebut memberikan dampak langsung terhadap operasional Sorajati. “Berkat pre-order (PO) besar ini, kami berani memperluas pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi. Kami juga berencana menambah tenaga kerja,” imbuhnya.Bagi Sorajati, ekspor ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membawa kualitas, nilai keberlanjutan, serta karakter desain Indonesia ke pasar global.
(prf/ega)
Perdana Ekspor, Furnitur “Sorajati” Akhiri 2025 dengan Manis
2026-01-13 07:01:25
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:44
| 2026-01-13 06:28
| 2026-01-13 06:00
| 2026-01-13 05:28
| 2026-01-13 04:55










































