ACEH TAMIANG, - Fasilitas kesehatan di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, masih lumpuh usai banjir bandang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.Akibatnya, warga yang sakit terpaksa dievakuasi menggunakan sampan menyusuri sungai untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit.Momen evakuasi itu disaksikan langsung Tim Kompas.com saat mendatangi Desa Sekumur, salah satu wilayah yang masih terisolasi akibat jembatan penghubung dari daerah sekitar terputus, Selasa .Baca juga: Tiga Pekan Pasca-Banjir Aceh Tamiang: Desa Babo Masih Lumpuh, Listrik dan Sinyal TerputusDari arah tengah desa, tampak tiga orang warga berjalan cepat sambil menandu seorang lansia yang mengalami sesak napas.Minimnya peralatan medis memaksa warga mengangkut pasien itu menggunakan kain sarung yang disangkutkan pada sebatang bambu.Perjalanan menuju pinggir sungai bukan perkara mudah. Jalan berlumpur setebal 20 hingga 30 sentimeter harus dilalui.Tumpukan kayu-kayu besar sisa banjir bandang akhir November lalu yang menutupi jalan menuju sungai juga memaksa warga berjalan di atasnya./Tria Sutrisna Situasi pemukiman warga di Desa Sekumur, Aceh Tamiang, Selasa , usai dilanda banjir akhir November 2025 kemarin.Setibanya di titik penyeberangan yang biasa disebut warga sebagai “pelabuhan”, lansia tersebut diturunkan ke atas sampan.Dengan tangan terpasang selang infus, pasien itu kemudian diberangkatkan menyusuri sungai menuju fasilitas kesehatan rujukan.“Bapaknya sesak napas, jadi harus dibawa ke rumah sakit. Karena di posko kesehatan ini kan alat medisnya enggak cukup, kayak tabung oksigen atau alat bedah lainnya,” ujar Jamaludin, warga sekaligus relawan medis di Desa Sekumur, Selasa.Baca juga: Saat Tawa Menjadi Penguat di Tengah Gelapnya Pengungsian Korban Banjir Aceh TamiangJamaludin mengatakan, pasien gawat darurat tersebut dirujuk langsung ke RSUD Aceh Tamiang melalui jalur sungai./Tria Sutrisna Seorang Warga Desa Sekumur Aceh Tamiang harus dibawa ke rumah sakit dengan sampan melalui sungai karena jembatan terputus, Selasa .Jalur ini dipilih karena dinilai lebih cepat dibandingkan harus menyeberang ke Desa Rantau Bintang dan melanjutkan perjalanan lewat darat.“Kalau lewat darat itu jalannya lumayan jauh ya, jadi mending naik boat langsung ke Kuala Simpang, itu perjalanannya sekitar 2 jam lah,” ucap Jamaludin.Dia menjelaskan, hingga kini Puskesmas Pembantu Desa Sekumur masih lumpuh dan belum bisa beroperasi.Baca juga: Desa Sekumur Aceh yang Terisolasi: Di Antara Lumpur, Sampan, dan Bantuan Warga yang BertahanBangunan puskesmas rusak akibat banjir, sehingga tidak memungkinkan untuk memberikan layanan kesehatan.“Puskesmas belum beroperasi, makanya ini kita bikin posko sementaranya dulu. Jadi yang ringan-ringan aja, tapi kalau yang udah gawat darurat langsung kita rujuk ke rumah sakit,” pungkasnya.Saat ini, sampan menjadi satu-satunya sarana transportasi yang dapat digunakan untuk keluar masuk Desa Sekumur.Jembatan yang menghubungkan desa tersebut dengan wilayah sekitarnya masih terputus.
(prf/ega)
Jembatan Putus, Warga Sekumur Aceh Tamiang Tandu Pasien Pakai Sarung Lewati Lumpur Pasca-Banjir
2026-01-11 22:11:19
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:01
| 2026-01-11 22:00
| 2026-01-11 21:44
| 2026-01-11 21:12
| 2026-01-11 21:01










































