Mengenal Taman Nasional Tesso Nilo yang Dibahas Harrison Ford dan Zulhas 12 Tahun Lalu

2026-01-12 11:10:50
Mengenal Taman Nasional Tesso Nilo yang Dibahas Harrison Ford dan Zulhas 12 Tahun Lalu
- Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Pelalawan, Riau menjadi sorotan publik setelah dikabarkan bahwa 85 persen wilayahnya berubah menjadi perkebunan sawit.Bahkan, cuplikan video percakapan antara aktor Hollywood Harrison Ford dan Menteri Kehutanan (2009-2014) Zulkifli Hasan tentang kerusakan hutan di Indonesia kembali muncul.Video tersebut diambil sekitar tahun 2013 ketika Harrison Ford terlibat pembuatan serial TV dokumenter tentang kerusakan alam berjudul "Years of Living Dangerously".Baca juga: Gajah Sumatera Terancam, Tesso Nilo Dijaga Ketat untuk Hentikan Perambahan SawitDalam tayangan yang diunggah di akun YouTube The Years Project, Ford melihat langsung kondisi kerusakan hutan di Indonesia dari helikopter, termasuk kawasan Tesso Nilo.Dalam salah satu kutipan percakapan tersebut, Ford menyayangkan terkait kondisi yang terjadi di Taman Nasional Tesso Nilo.“Hanya tersisa 18 persen. Kami melihat ada jalan-jalan baru, jalan ilegal, hutan ditebang, pohon-pohon tumbang, terbakar di mana-mana. Ini sangat menyedihkan, sangat memilukan melihatnya,” kata Ford dikutip dari Kompas.com, Minggu .Baca juga: Mengenal Taman Nasional Tesso Nilo, Rumah Gajah Sumatra yang Terjepit Perkebunan Sawit dan Perebutan LahanHutan Tesso Nilo merupakan hutan hujan tropika dataran rendah (lowland tropical rain forest) yang tersisa di Sumatera saat ini.Taman Nasional Tesso Nilo terletak di Provinsi Riau dan terbentang di empat Kabupaten yaitu, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Kampar.Kawasan hutan Tesso Nilo menjadi perwakilan ekosistem transisi dataran tinggi dan rendah yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.Baca juga: Anak Gajah Tari di Tesso Nilo Mati Terinfeksi EEHV, Balai TN: Virus Ini Hanya Menyerang GajahTesso Nilo memiliki luas mencapai 38.576 hektar yang kemudian diperluas menjadi 83.068 pada tahun 2009. Ini menjadikannya salah satu bentang alam terpenting di Indonesia.Pada 19 Juli 2024, Tesso Nilo ditetapkan sebagai Taman Nasional oleh Menteri Kehutanan melalui KepMenHut No. 255/Menhut-II/2004Dok. Pribadi/Erwin Daulay Sekelompok gajah sumatera menikmati air di tepian sungai dalam kawasan Tesso Nilo, habitat penting yang kini kian terhimpit oleh pembukaan lahan.Berdasarkan penelitian LIPI dan WWF Indonesia pada 2003, pada petak berukuran 1 hektar, ditemukan 360 jenis flora yang tergolong dalam 165 marga dan 57 suku dengan rincian jumlah jenis pohon 215 jenis dan anak pohon 305 jenis.Bahkan Tesso Nilo juga disebut-sebut sebagai hutan yang terkaya keanekaragaman hayatinya di dunia dengan ditemukannya 218 jenis tumbuhan vascular (berpembuluh) di petak seluas 200 meter kuadrat.Secara umum kondisi habitat di kawasan ini cukup baik dengan penutupan vegetasi lebih dari 90 persen.Baca juga: Sertifikat Kebun Sawit di Hutan Tesso Nilo Kawasan Gajah dan Harimau Sumatera Dicabut


(prf/ega)