Cara Cek Penerima BLT Kesra 2025 Rp 900.000, Masih Bisa Dicek Hari Ini

2026-02-02 18:54:58
Cara Cek Penerima BLT Kesra 2025 Rp 900.000, Masih Bisa Dicek Hari Ini
- Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Masyarakat (BLT Kesra) tengah banyak dinantikan masyarakat di akhir tahun 2025 ini.Banyak warga rutin mengecek BLT Kesra untuk memastikan apakah mereka terdaftar sebagai penerima bantuan tunai dari pemerintah itu ataukah tidak.BLT Kesra 2025 adalah bantuan senilai Rp 900.000 yang diberikan kepada keluarga dalam desil 1–4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.  Bantuan ini bersifat tambahan dan terpisah dari program Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Untuk tahun 2025, pemerintah menegaskan bahwa BLT Kesra hanya cair satu kali, dengan total dana yang diterima langsung Rp 900.000, seperti dilansir dari Kompas.com .Untuk mengetahui status penerima bansos Rp 900.000 itu, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara online melalui situs resmi maupun aplikasi Kemensos.Baca juga: Ini Keistimewaan Terusan Panama, Kapal Bisa Bayar Miliaran Rupiah Sekali LewatBerikut caranya:Pengecekan BLT Kesra dapat dilakukan melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.Ini langkahnya:Pencairan bantuan dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di bank Himbara atau melalui kantor pos bagi penerima yang tidak memiliki rekening bank.Baca juga: Gejala Super Flu, Varian Influenza yang Tengah Mewabah dan Picu Kematian di ASDilansir dari Kompas.com, Jumat , BLT Kesra 2025 disalurkan secara bertahap hingga akhir Desember, sehingga masyarakat masih dapat mengecek status penerimanya pada hari ini.Penerima bansos reguler seperti PKH dan BPNT juga berpotensi mendapatkan bantuan tambahan ini.Jadi masyarakat diimbau rutin mengecek saldo KKS atau menanyakan informasi terbaru kepada pemerintah desa atau pendamping sosial terkait jadwal pencairan.Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi BLT Kesra berlanjut ke 2026 dan penyaluran dipastikan hanya sampai Desember 2025.Artinya, BLT Kesra 2026 belum diputuskan secara resmi.(Sumber: Kompas.com: Mela Arnani, Dini Daniswari)


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-02 17:28