PPP Panaskan Mesin Politik di Kalsel, Mardiono: Jadikan Kembali Basis Pemenangan 2029

2026-02-03 18:10:45
PPP Panaskan Mesin Politik di Kalsel, Mardiono: Jadikan Kembali Basis Pemenangan 2029
BANJARMASIN, – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai memanaskan mesin politiknya di Kalimantan Selatan menjelang Pemilu 2029.Langkah itu ditandai dengan penyelenggaraan Musyawarah Wilayah (Muswil) X DPW PPP Kalimantan Selatan di Kantor Sekretariat DPW PPP Kalsel, Banjarmasin.Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono menegaskan keyakinannya bahwa Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk kembali menjadi salah satu kekuatan utama PPP pada kontestasi nasional mendatang.“Ayo kader PPP di Kalimantan Selatan, kita bangkit kembali untuk menjadikan daerah ini sebagai salah satu basis pemenangan PPP,” ujar Mardiono.Menurut dia, pencapaian tersebut hanya bisa diraih jika seluruh struktur partai solid dan bergerak serentak dari pusat hingga ke tingkat paling bawah.Baca juga: Bencana Sumatera: PPP Gelar Shalat Gaib, Kirim Tim Tanggap BencanaMardiono menekankan, persiapan menghadapi Pemilu 2029 harus dilakukan sejak sekarang melalui penguatan organisasi di seluruh lini.“Kita kuatkan konsolidasi mulai dari DPP sampai ke bawah, termasuk hingga tingkat ranting, sebagai upaya penguatan PPP ke depan,” ungkapnya.Ia menyebut konsolidasi bukan sekadar agenda administratif, tetapi harus diiringi dengan kehadiran nyata kader di tengah masyarakat.Selain agenda politik, Mardiono juga menyinggung situasi darurat akibat bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Ia mengingatkan pentingnya peran sosial partai dalam kondisi krisis.“Ketua DPW PPP Kalimantan Selatan saat ini adalah Pak Abdul Hadi yang juga Bupati Balangan. Saya menyampaikan duka dan empati yang mendalam kepada masyarakat terdampak. Saya berharap seluruh kader PPP di Kalsel dapat hadir dan membantu masyarakat secara langsung,” ujarnya.Dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono menyatakan komitmennya untuk ikut mendorong bantuan bagi masyarakat terdampak.“Saya juga Insya Allah siap membantu apabila ada bantuan yang dibutuhkan,” tutup Mardiono.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-03 17:25