Kiat Sewa Mobil Lepas Kunci Tanpa Risiko

2026-01-12 13:49:49
Kiat Sewa Mobil Lepas Kunci Tanpa Risiko
JAKARTA, – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), permintaan sewa mobil biasanya melonjak tajam.Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha rental, terutama terkait risiko penggelapan kendaraan.Modus yang paling sering terjadi adalah mobil dibawa kabur oleh penyewa, terutama pada skema lepas kunci, yakni ketika mobil disewa tanpa sopir dan sepenuhnya berada di tangan penyewa.Baca juga: Mulai Jumat, Jalan Tol Mulai Berlakukan Pembatasan TrukKOMPAS.COM/FARIDA Arus lalu lintas di Km 57 tol Jakarta-Cikampek , Sabtu pukul 12.30 WIBKisnanto Hadi Pribowo, Manajer Operasional PT Semesta Bolo Transindo (Sembodo Rent Car), menjelaskan bahwa sewa mobil lepas kunci terbagi menjadi dua kategori, yaitu untuk perusahaan dan perorangan.“Untuk sewa lepas kunci kami bedakan antara pengajuan sewa untuk perusahaan dan juga pengajuan sewa perorangan,” kata Bowo kepada Kompas.com, dikutip Selasa .Meski dibedakan dari segmen penyewanya, secara umum syarat sewa mobil lepas kunci tetap bertumpu pada kelengkapan dan validitas identitas.Baca juga: Biaya Kepemilikan Aprilia SR-GT 200: Apa yang Perlu Diketahui?SHUTTERSTOCK/R PHOTOGRAPHY BACKGROUND Ilustrasi kredit kendaraan bermotor, kredit mobil.Untuk penyewa dari perusahaan, pihak rental biasanya meminta dokumen legalitas usaha.“Kalau pengajuan dari perusahaan, biasanya kami akan meminta data legalitas perusahaan tersebut, seperti SIUP, NIP, dan TDP. Kemudian kami akan melakukan survei lokasi perusahaan,” ujar dia.Sementara untuk penyewa perorangan, prosesnya cenderung lebih detail karena berkaitan langsung dengan data pribadi.Baca juga: Kebijakan Insentif Kendaraan Listrik Berakhir, Apa Selanjutnya?Dok. Pribadi Menjelang momen mudik Lebaran Idul Fitri 2025, penyedia rental mobil di Surabaya mulai banjir permintaan, Jumat .“Sedangkan untuk perorangan juga sama, yaitu data-data. Yang membedakan perorangan adalah kami meminta data pribadi, KTP, KK, PBB, dan kami juga meminta mutasi rekening tiga bulan terakhir. Setelah data kami dapat, ada juga survei yang datang ke tempat tinggal calon customer,” kata Bowo.Langkah kehati-hatian serupa juga diterapkan oleh pelaku rental skala kecil.Septian Wulandari, pemilik Wulan Rent Car di Depok, Jawa Barat, menegaskan bahwa survei rumah kini menjadi syarat mutlak.“Sekarang kita wajib survei rumah. Kalau tidak mau disurvei rumahnya, wajib dicurigai. GPS pasti semua rental ada, wajib pokoknya,” ucap Wulan.Dengan permintaan sewa mobil yang meningkat saat Nataru, penyedia jasa dituntut semakin selektif.Penerapan syarat ketat, survei lapangan, hingga pemanfaatan teknologi seperti GPS menjadi kunci untuk meminimalkan risiko penggelapan, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha rental mobil di tengah tingginya kebutuhan masyarakat akan mobilitas akhir tahun.


(prf/ega)