Reformasi Polri: Tantangan Pertobatan Institusional

2026-02-03 01:32:35
Reformasi Polri: Tantangan Pertobatan Institusional
REFORMASI kepolisian masih menjadi tuntutan mendesak masyarakat. Publik menagih agar Polri benar-benar hadir sebagai bagian dari rakyat yang mengabdi sepenuhnya kepada bangsa dan negara, bukan terhadap kekuasaan.Idealisme ini mulia, tetapi realitas di lapangan menunjukkan jurang yang lebar antara cita dan fakta.Di balik slogan normatif “Polri untuk rakyat”, bayang-bayang ketidakpercayaan publik belum juga sirna.Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kasus kekerasan terhadap warga sipil, perilaku amoral oknum, penembakan antaranggota, hingga kematian mencurigakan seperti kasus Brigadir Nurhadi di Gili Trawangan terus mencoreng wajah institusi.Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan pun menegaskan bahwa reformasi kepolisian tidak lagi bisa ditunda.Dari perspektif hukum dan kebijakan publik, peristiwa-peristiwa tersebut mencerminkan bahwa reformasi Polri masih bersifat administratif, belum menyentuh akar struktural dan kultural.Padahal, Polri yang profesional dan berintegritas hanya dapat dibangun melalui transformasi menyeluruh: dengan sistem pengawasan, rekrutmen, dan akuntabilitas yang benar-benar transparan serta terukur.Baca juga: Reformasi Polri yang Terkunci dalam Bayang-bayang Institusi SendiriApalagi, yang menjadi paradoks adalah di tengah sorotan publik yang begitu tajam, anggaran Polri justru terus melonjak dalam lima tahun terakhir.Salah satu pos besar digunakan untuk pengadaan alat pengamanan massa, ironi tersendiri ketika peralatan represif justru meningkat di saat kepercayaan publik menurun.Kecenderungan ini kian disorot setelah Polri tercatat mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 63,7 triliun dalam RAPBN 2026, sehingga total anggarannya mencapai Rp 173,3 triliun (Katadata, 15/8/2025).Angka yang fantastis ini tentu tak bisa dibaca sekadar sebagai “biaya operasional.” Dalam kacamata teknokratik, pertanyaannya bukan hanya berapa besar uang negara digelontorkan, melainkan untuk apa dan apa hasilnya.Apakah kenaikan anggaran tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, penurunan angka pelanggaran etik, serta membaiknya akuntabilitas kelembagaan?Apakah Polri memiliki peta jalan reformasi yang terukur, indikator kinerja yang dapat diaudit publik, dan komitmen transparansi yang dapat diverifikasi?Maka, yang kita butuhkan adalah Polri yang bertobat secara institusional. Siapapun orangnya dalam sistem yang buruk, maka akan melahirkan kepemimpinan yang buruk juga.Selama sistem dalam institusi kepolisian tidak benar-benar direformasi, masih koruptif, masih feodal, maka selama itu juga aparat kepolisian melahirkan tindakan-tindakan yang tidak disukai publik.Meminjam pernyataan dari dari W. Edwards Deming: “Bad system beats good people every time.”Dalam sistem yang buruk, siapapun pemimpinnya akan terjerumus ke dalam pola lama: koruptif, feodal, dan represif.Oleh karena itu, solusi bukanlah sekadar ganti Kapolri, melainkan pertobatan institusional. Reformasi Polri harus dimulai dari dalam.Reformasi kepolisian tidak dapat hanya berhenti pada slogan atau pergantian figur di pucuk pimpinan.Baca juga: Tantangan Struktural dan Kultural Reformasi Polri


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-02 22:57