BMKG Petakan Wilayah Rawan Banjir Rob Desember Ini, Berikut Rinciannya

2026-01-12 09:09:12
BMKG Petakan Wilayah Rawan Banjir Rob Desember Ini, Berikut Rinciannya
JAKARTA, - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan potensi banjir rob yang dapat terjadi sepanjang Desember 2025, terutama selama periode libur Natal dan Tahun Baru.Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, banjir rob tersebut berkaitan dengan fenomena fase Perigee dan Bulan Purnama yang terjadi pada 4 Desember 2025, serta fase Bulan Baru pada 20 Desember 2025.“Ini memicu kenaikan muka air laut yang dapat menyebabkan banjir rob, beberapa sudah diberitakan terjadi di Utara Jakarta,” ujar Faisal dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Senin .Baca juga: BMKG Ungkap Potensi Cuaca Buruk Ganggu Penerbangan-Pelayaran Saat Libur NatalFaisal memaparkan, periode potensi banjir rob sebetulnya sudah dimulai sejak akhir November.Pada 29 November hingga 3 Desember, rob tercatat telah terjadi di sejumlah wilayah pesisir.“Ini adalah periodenya pada tanggal 29 November hingga 3 Desember, ini terjadi di pesisir Sumatera bagian Timur Selatan, Kalimantan bagian Barat Selatan, dan Pantura Jawa,” jelas Faisal.Baca juga: Dedi Mulyadi Sanggupi Permintaan Relokasi 200 Rumah Warga Eretan Indramayu Langganan Banjir RobBerdasarkan hasil pemantauan BMKG, wilayah terdampak banjir rob diprediksi semakin luas pada awal hingga pertengahan Desember 2025.“Pada 2 sampai 10 Desember juga meluas ke pesisir Sumatera, pesisir Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, dan sebagian Maluku,” kata Faisal.Tak hanya itu, Faisal juga mengungkap bahwa rentang ancaman banjir rob akan terus berlanjut dan masih perlu diwaspadai di sejumlah daerah pesisir.“Pada 5 sampai 15 Desember ini juga masih terjadi terutama di Banten, Jakarta, pesisir Utara Timur Jawa, serta beberapa wilayah di Kepulauan Riau dan Kalimantan,” jelas Faisal.Dia menambahkan, wilayah di Pantura juga belum terbebas dari risiko tersebut.“Selanjutnya 6 sampai 12 Desember juga terjadi di Pantai Utara Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat,” pungkasnya.


(prf/ega)