Lansia Ini Rutin Bersepeda Bawa Novel Jawa ke Titik Nol Yogyakarta, Upaya Perkenalkan Bahasa Jawa Halus ke Anak-anak

2026-01-12 17:12:51
Lansia Ini Rutin Bersepeda Bawa Novel Jawa ke Titik Nol Yogyakarta, Upaya Perkenalkan Bahasa Jawa Halus ke Anak-anak
YOGYAKARTA, – Seorang lansia berusia 69 tahun bernama Bambang Saparyono tampak duduk di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, Sabtu pagi.Di tengah aktivitas warga yang berolahraga, Bambang duduk tak jauh dari sepeda tuanya yang diparkir di atas trotoar.Di sepeda tersebut, Bambang memajang novel-novel berbahasa Jawa hasil karyanya.Pada bagian belakang sepeda onthel miliknya terpasang tulisan “Ayo Membaca Novel Berbahasa Jawa”.Bambang rutin bersepeda ke kawasan Titik Nol Kilometer sebanyak tiga kali dalam sepekan. Tujuannya sederhana, yakni memperkenalkan kembali bahasa Jawa halus kepada anak-anak.Ia mengaku mulai menulis novel berbahasa Jawa karena keprihatinannya melihat anak-anak, khususnya di Yogyakarta, yang sudah jarang menggunakan bahasa Jawa halus saat berbicara dengan orang yang lebih tua.“Prihatin anak-anak itu berbicara dengan saya atau yang lebih tua menggunakan bahasa Jawa Ngoko (Bahasa Jawa yang biasanya digunakan antar sebaya),” ujar Bambang.Baca juga: Kumpulan Ucapan Hari Guru Nasional 2025 dalam Bahasa Jawa Halus dan Penuh Unggah-ungguhKeprihatinan tersebut mendorong Bambang membuat cerita pendek berbahasa Jawa yang kemudian diunggah ke akun Facebook miliknya.Ia menulis secara konsisten, mengunggah satu bab atau satu episode cerita setiap pekan.Respons pembaca terhadap cerita-cerita tersebut cukup positif. Hal itu membuat Bambang berinisiatif mencetak karyanya menjadi novel berbahasa Jawa.Novel-novel tersebut kemudian ia pajang di sepeda miliknya setiap tiga minggu sekali saat mangkal di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.Menurut Bambang, pembaca memang tidak selalu ramai, namun ada saja yang singgah untuk membaca.Setelah sempat mangkal di Alun-alun Selatan dan Malioboro Plaza, Bambang akhirnya memilih Titik Nol Kilometer atas saran anaknya.“Sempat pindah ke Malioboro Plaza ada yang beli tapi jarang yang baca, lau disarankan anak saya untuk di nol kilometer,” ujar dia.Baca juga: Upaya Lestarikan Budaya, MTs di Kulon Progo Ini Pakai Bahasa Jawa Setiap Kamis Saat BelajarMenurutnya, pembaca terbanyak yang pernah membaca novel berbahasa Jawa di lokasi tersebut mencapai enam orang dalam satu waktu. Ada pula satu hingga dua pembaca yang rutin datang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler