Hasto Minta Kader Muda PDI-P Lawan Berbagai Upaya Desoekarnoisasi

2026-01-15 08:43:51
Hasto Minta Kader Muda PDI-P Lawan Berbagai Upaya Desoekarnoisasi
JAKARTA, - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto meminta organisasi sayap partai, Banteng Muda Indonesia (BMI), untuk ikut menghadapi berbagai upaya desoekarnoisasi yang marak terjadi.Menurut Hasto, menguatnya upaya untuk mengikis ideologi Bung Karno menjadi tantangan utama PDI-P saat ini.Untuk itu, dia berharap para kader muda berjuang meluruskan ajaran kerakyatan Bung Karno kepada generasi muda.“Banteng Muda harus mampu menjawab berbagai tantangan ini dengan merumuskan ide-ide baru dengan memanfaatkan dunia digital untuk menghadapi upaya desoekarnoisasi itu,” ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya, Senin .Baca juga: Balas Sindiran PSI, PDIP Ajak Elite Fokus Bantu NegaraDalam pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) BMI, Hasto meminta organisasi kader muda PDI-P itu untuk menyusun dan melahirkan gagasan baru, dengan tetap tegak lurus pada nilai-nilai kebangsaan.“Saya berharap Rakernas BMI 2025 dan Bersukaria Camp ini mampu melahirkan ide-ide atau gagasan baru dengan menerjemahkan ideologi Bung Karno ke masa saat ini,” kata Hasto.Sementara itu, Ketua Umum BMI Mochammad Herviano memastikan bahwa para kader muda PDI-P menjalankan arahan tersebut.Konsolidasi kader muda untuk menghadapi Pemilu 2029 pun menjadi salah satu agenda utama dalam rakernas.“Konsolidasi bertujuan menjaga semangat juang kader muda agar terus bekerja untuk organisasi dan rakyat. Karena sejatinya kita berkumpul ini bisa menjadi energi semangat juang kita,” kata Herviano.Baca juga: Tanggapi Sindiran PSI, PDIP Ungkit Pernyataan JokowiLebih jauh, Herviano menyinggung pesan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang meminta seluruh kader muda partainya memperkuat organisasi dan fokus bekerja untuk rakyat.“Pesan Ibu Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk kader muda BMI, kita harus punya fighting spirit. Fighting spirit itu yang harus kita jaga, kita bumikan bersama-sama,” ungkap Herviano.Bendahara Umum DPP BMI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra menambahkan bahwa rakernas yang digelar organisasi kader muda ini bukan hanya memperkuat organisasi dan mendukung kerja-kerja PDI-P.Dia memastikan bahwa para kader muda sudah mulai merumuskan strategi organisasi untuk merangkul masyarakat generasi muda demi bisa memenangkan PDI-P pada Pemilu 2029.“Banteng Muda Indonesia adalah bantengnya wong cilik, wong sandal jepit, karena Tuannya PDI Perjuangan adalah wong cilik,” kata Kaisar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-15 07:33