Pengendara Berhenti Sembarangan di Jembatan Kabanaran, Satpol PP Siapkan Operasi Gabungan

2026-01-15 16:21:58
Pengendara Berhenti Sembarangan di Jembatan Kabanaran, Satpol PP Siapkan Operasi Gabungan
YOGYAKARTA, - Satpol PP Bantul mengajak Satpol PP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kulon Progo untuk menertibkan pengendara yang berhenti di Jembatan Kabanaran atau Pandansimo.Rencana akan disiapkan operasi gabungan untuk menertibkan pengendara yang berhenti sembarangan.Jembatan tersebut berada di wilayah perbatasan Bantul dan Kulon Progo. Banyak pengendara berhenti di jembatan terpanjang di DIY karena ada jalan menuju rest area.Kepala Satpol PP Bantul, Raden Jati Bayubroto mengatakan, pihaknya akan menggelar operasi gabungan.Baca juga: Fenomena FOMO di Jembatan Kabanaran, Dishub DIY Waspadai Gangguan Lalu Lintas Jelang Nataru"Batasnya belum ada kejelasan, maka kita akan melakukan operasi gabungan secara berkala dengan Satpol PP DIY, Bantul dan Kulon Progo, mungkin juga mengajak Dishub (Dinas Perhubungan)," kata Kepala Satpol PP Bantul, Raden Jati Bayubroto, saat dihubungi wartawan melalui telepon, Senin .Dia menyebut banyaknya kendaraan yang berhenti di jembatan terpanjang di DIY ini karena adanya jalur masuk utama ke jalur pejalan kaki.Menurutnya, kendaraan berhenti kemudian pengendara masuk melalui pintu rest area.Alasannya, karena di lokasi ini pemandangannya cukup bagus. Orang bisa melihat sungai dan laut dari sini.Menurutnya, dengan adanya akses masuk tersebut, warga juga beranggapan bahwa berhenti di sini diperbolehkan. Padahal di lokasi sudah ada rambu larangan berhenti.Baca juga: Jembatan Pandansimo Ganti Nama jadi Jembatan Kabanaran, Nama Dipilih Oleh Sultan HB X"Akses jalan masuk ini kemudian orang yang melintas beranggapan di situ boleh berhenti dan turun masuk," ucap Jati.Jati mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menutup pintu tersebut.Ia berharap, tidak akan ada pengendara yang berhenti."Kemarin kita minta untuk ditutup untuk mengurangi banyaknya pejalan kaki atau kendaraan bermotor yang berhenti di tengah," kata dia.Sementara ini, pihaknya sedang mengagendakan operasi gabungan bersama Satpol PP DIY dan Satpol PP Kabupaten Bantul.Baca juga: SMGR Pasok 10.000 Ton Semen untuk Pembangunan Jembatan Kabanaran"Sementara ini, akan segera kita lakukan operasi gabungan antara Satpol PP DIY, Bantul, dan Kulon Progo," kata dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-15 15:59