Mengapa Thailand dan Kamboja Bersitegang?

2026-01-12 04:17:55
Mengapa Thailand dan Kamboja Bersitegang?
– Konflik Thailand Kamboja pecah lagi. Ketegangan kembali meningkat di perbatasan Thailand–Kamboja pekan ini hingga memicu eksodus besar-besaran.Konflik lama terkait sengketa perbatasan yang usianya lebih dari satu abad itu kembali pecah dan menjadi salah satu yang paling mematikan tahun ini.Setidaknya 11 orang dilaporkan telah tewas, terdiri dari tentara Thailand dan warga sipil Kamboja.Baca juga: PM Thailand Punya Target Jelas Pemulihan Wilayah Banjir Tuntas 14 HariSementara itu, lebih dari 500.000 warga terpaksa melarikan diri dari wilayah perbatasan tempat jet tempur, tank, dan drone kedua negara saling serang.Sebagaimana dilansir CNN, mereka akhirnya harus mengungsi ke pagoda, sekolah, dan tempat perlindungan lain.Akar persoalan berawal dari perbedaan klaim atas garis batas sepanjang 800 kilometer antara kedua negara.Garis perbatasan era kolonial tersebut melintasi area kuil-kuil bersejarah, yang selama bertahun-tahun menjadi sumber perselisihan.Klaim tumpang tindih inilah yang kerap memicu bentrok bersenjata sejak awal 2000-an.Bentrokan terbaru ini menjadi yang paling mematikan sejak konflik 5 hari pada Juli lalu yang menewaskan puluhan orang dan memaksa sekitar 300.000 warga mengungsi.Saat itu, gencatan senjata dicapai setelah adanya intervensi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.Namun, menurut perhitungan AFP berdasarkan laporan resmi, ketegangan kembali pecah pekan ini dan meluas ke lima provinsi di Thailand dan lima provinsi di Kamboja.Baca juga: Konflik Thailand dan Kamboja Kembali Pecah, Ribuan Warga Mengungsi, Anak-anak Ikut TerdampakPada Rabu pagi, jurnalis AFP di Samraong, Kamboja barat laut, melaporkan telah mendengar dentuman artileri dari arah kawasan kuil tua yang berada di zona sengketa.“Lebih dari 400.000 warga telah dipindahkan ke tempat aman di tujuh provinsi,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri.Ia menegaskan, Thailand ingin mencegah serangan terhadap warga sipil seperti yang terjadi pada Juli 2025.Dari pihak Kamboja, juru bicara Kementerian Pertahanan Maly Socheata menyebut 101.229 warga telah dievakuasi hingga Selasa malam.


(prf/ega)

Berita Lainnya