Damkar Tangsel Lakukan Pendinginan Usai Kebakaran Toko Material dan Bengkel

2026-02-03 03:48:23
Damkar Tangsel Lakukan Pendinginan Usai Kebakaran Toko Material dan Bengkel
TANGERANG SELATAN, - Satu mobil pemadam kebakaran (damkar) Tangerang Selatan dikerahkan untuk melakukan pendinginan usai kebakaran toko material dan bengkel di Cirendeu, Ciputat, Selasa .Berdasarkan pantauan Kompas.com, mobil damkar melakukan pendinginan di beberapa titik api dari dua bangunan itu.Personel yang berjumlah sekitar lima orang melakukan penyemprotan air ke sisa-sisa bangunan yang masih mengeluarkan asap guna mencegah munculnya kembali titik api.Penyemprotan tersebut difokuskan pada bagian dalam bangunan yang sebelumnya menjadi pusat kebakaran.Baca juga: Toko Material dan Bengkel di Ciputat Kebakaran, Satu Orang TewasSetelah melakukan pendinginan, asap putih pun perlahan menghilang./INTAN AFRIDA RAFNI Kondisi toko bangunan dan bengkel di Ciputat, Tangerang Selatan, yang ludes terbakar pada Selasa .Meskipun begitu, bau hangus masih tercium di sekitar lokasi kebakaran itu.Petugas pun menghentikan penyemprotannya dan melakukan pengecekan di beberapa titik api.Baca juga: Kebakaran Toko Material dan Bengkel di Ciputat, Atap AmbrukSetelah dipastikan kondisi sudah padam, para petugas langsung menggulung selang dan bersiap untuk meninggalkan lokasi kebakaran.Sekitar pukul 12.45 WIB, petugas damkar meninggalkan tempat kejadian setelah titik api dipastikan padam.Diketahui, toko material dan bengkel yang juga digunakan sebagai tempat tinggal di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, terbakar pada pukul 01.20 WIB.Dalam kebakaran tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia."Objek yang terbakar merupakan toko material dan bengkel yang juga difungsikan sebagai tempat tinggal. Ada sekitar 90 persen yang terbakar," kata Komandan Pleton (Danton) Alpha Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangerang Selatan, Gunawan kepada Kompas.com, Selasa.Baca juga: Kebakaran Toko Material di Ciputat Timur: Satu Orang Tewas, Satu TerbakarGunawan mengatakan, anggotanya tiba di lokasi kejadian pada pukul 01.30 WIB, sepuluh menit setelah laporan diterima.Dalam proses pemadaman, unit damkar yang dikerahkan sebanyak 14 unit pemadam kebakaran dan rescue, termasuk tiga unit bantuan dari Kota Depok.Menurut Gunawan, api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan.Ia menyebut, sekitar 90 persen area toko material, bengkel, sekaligus tempat tinggal tersebut terbakar.Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 06.30 WIB."Pemadaman dinyatakan selesai pukul 06.30 WIB. Saat ini kondisi sudah hijau dan kondusif, serta tidak ada hambatan dalam penanganan," jelas Gunawan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-03 11:26