Alasan ASN Masuk 15 Golongan Naik Transportasi Gratis, Pramono: Tak Semua ASN Gajinya Gede

2026-02-03 08:12:59
Alasan ASN Masuk 15 Golongan Naik Transportasi Gratis, Pramono: Tak Semua ASN Gajinya Gede
JAKARTA, — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, kebijakan memasukkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai penerima fasilitas transportasi umum gratis bukan dibuat tanpa pertimbangan.Ia menyebut tidak semua ASN di Jakarta memiliki penghasilan tinggi sehingga membutuhkan dukungan biaya mobilitas.“Kenapa kemudian ASN itu digratiskan? Itu kebijakan yang diambil karena bagaimanapun ASN di DKI Jakarta enggak semuanya gajinya gede,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu .Pramono mengatakan, memang ada sebagian pejabat yang memiliki penghasilan mencukupi, namun hal tersebut tidak dapat disamakan dengan ribuan pegawai lain yang gajinya relatif pas-pasan.Baca juga: Pegawai Bergaji Rp 6,2 Juta Bisa Naik MRT, LRT, dan BRT Gratis“Kalau gubernur, wakil gubernur, gajinya cukup pasti, tapi kalau ASN, enggak semuanya gede,” kata dia.Sebelumnya, Pemprov DKI menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2025 yang mengatur pemberian fasilitas transportasi umum gratis untuk 15 kelompok masyarakat.Penerima manfaat dapat mengakses Transjakarta, MRT, LRT, hingga Mikrotrans menggunakan kartu layanan khusus yang diterbitkan Bank DKI. 15 Kelompok yang Mendapat Fasilitas Transportasi Gratis itu di antaranya:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-02-03 06:19