“Bu, Ada Susu?”, Potret Ibu dan Balita Bertahan Hidup Pascabanjir Bandang Tapanuli Tengah

2026-01-12 07:11:15
“Bu, Ada Susu?”, Potret Ibu dan Balita Bertahan Hidup Pascabanjir Bandang Tapanuli Tengah
- Penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar, terutama susu anak, popok (pampers), layanan kesehatan ibu hamil, serta air bersih, hampir tiga pekan setelah bencana terjadi.Kelompok paling rentan adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga dengan anak balita.Hingga 20 hari pascabanjir bandang, mereka mengaku masih kesulitan mendapatkan susu untuk anak-anak.Di sejumlah titik jalan yang masih berdebu bekas banjir, para ibu tampak duduk menunggu. Sebagian menggendong anak, sebagian lainnya memperhatikan setiap kendaraan yang melintas.Setiap kali mobil bak terbuka atau mobil boks yang diduga membawa bantuan lewat, mereka langsung mendekat.Baca juga: Pasca-Siklon Senyar, Ilmuwan Khawatir Populasi Orangutan Tapanuli Makin Terancam“Bu, ada susu bu?” teriak seorang ibu mengenakan kaus putih dari dalam kios kecil, sambil mengayunkan anaknya yang tertidur, saat mobil Puskesmas Kecamatan Tukka melintas membawa bantuan.Mobil yang dikemudikan Kepala Puskesmas Tukka, dr Maruli Silalahi, langsung berhenti.Ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu dengan anak balita segera berkumpul. Satu per satu mereka menerima paket bantuan berisi perlengkapan bayi dan anak, termasuk susu bubuk.Salah satu penerima bantuan adalah Lenne (20), ibu muda yang menggendong anak laki-lakinya berusia satu tahun. Wajahnya yang semula murung langsung berubah cerah saat menerima sekotak susu bubuk berwarna merah.“Kebutuhannya di sini itu susu dan popok. Itu saja yang terpenting untuk anak-anak,” kata Lenne, Minggu .Saat ditanya mengenai kebutuhannya sendiri, termasuk makanan bergizi bagi ibu menyusui, raut wajah Lenne kembali muram. Ia mengaku jarang memikirkan dirinya.“Kebutuhan ibu tidak terlalu dipikirkan. Yang penting anak,” ujarnya lirih.Diketahui, banjir bandang dan tanah longsor disertai lumpur dan kayu gelondongan melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada Selasa . Kecamatan Tukka menjadi wilayah terdampak terparah.Berdasarkan data dari situs infobencana Tapteng, di Kecamatan Tukka tercatat 31 orang meninggal dunia, sementara 26 orang lainnya masih hilang dan belum ditemukan.Baca juga: Sudah Ada Tersangka di Balik Gelondongan Kayu Banjir Tapanuli SelatanDok Pemprov Sumut Mobil Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution saat melewati akses jalan yang terdampak banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa .Di lokasi pengungsian Gedung Gelanggang Olahraga (GOR) Pandan, Sri Asmara (22), ibu hamil empat bulan, tampak berjalan tertatih menaiki anak tangga.


(prf/ega)